Selamatkan mata air, bibit bambu ditanam di Lereng Kelud & Wilis
Merdeka.com - Upaya pelestarian lingkungan dengan menanam 16 ribu pohon bambu dilaksanakan di Lereng Gunung Kabupaten Kelud dan Wilis Kabupaten Kediri tepatnya di wilayah Kecamatan Ngancar dan Tarokan, Sabtu (13/2). Upaya konservasi ini dilakukan menyusul banyaknya sumber mata air di kedua wilayah yang sekaligus menjadi penopang kehidupan masyarakat yang telah mati.
Data di Perum Perhutani, di KPH Kediri dan Nganjuk terdapat lebih dari 300 titik mata air di hutan pegunungan Kelud dan Wilis dan 13 di antaranya telah mati. Khawatir akan bertambahnya mata air yang mati, Perhutani KPH Kediri dan Pemkab Kediri melakukan konservasi sumber mata air.
Penanaman 16 ribu pohon bambu ini sekaligus bentuk kepedulian sosial terhadap masyarakat untuk menjaga kondisi lingkungan hutan dan mengangkat perekonomian warga. Bupati Kediri terpilih menyatakan tanaman Bambu memiliki potensi daya tangkap air yang besar yang dapat mencegah terjadinya bencana alam tanah longsor.
"Karena di beberapa wilayah di pegunungan Wilis ini sering terjadi longsor. Dengan konservasi ini diharapkan bisa mengantisipasi hal yang buruk dan sekaligus bisa memberi manfaat kepada warga sekitar," jelasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Direktur Bidang SDM PT Gudang Garam Tbk, Slamet Budiono mengharap, dengan program ini dapat berhasil karena selain membantu perbaikan ekosistem sekaligus upaya penyelamatan mata air dan perekonomian masyarakat sekitar, salah satunya dengan memanfaatkan pohon bambu untuk berbagai kebutuhan.
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya