Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Selama Sepekan, Bareskrim Bekuk 959 Pemadat, Polda Sumut Paling Banyak

Selama Sepekan, Bareskrim Bekuk 959 Pemadat, Polda Sumut Paling Banyak Ilustrasi borgol. ©2015 merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Satuan Tugas Direktorat IV Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri telah berhasil menangkap sebanyak 959 tersangka narkoba. Penangkapan itu dilakukan selama pekan ke IV pada bulan November 2018.

Direktur IV Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Eko Daniyanto mengatakan, 959 tersangka tersebut, 13 diantaranya merupakan bandar narkoba.

"Bandar 13 orang, pengedar 434 orang, penyalahgunaan 511 orang dan penanam 1 orang," kata Eko dalam rilis mingguan, Jakarta, Jumat (23/11).

Ia pun mengungkapkan, penangkapan terhadap 959 tersangka tersebut pada pekan ke IV ini ternyata telah mengalami penurunan dari pekan III. Lalu, untuk kasusnya sendiri pun juga mengalami penuranan sebanyak 6,43 persen.

"Jumlah tindak pidana narkoba pada pekan IV bulan November 2018 dibandingkan dengan periode pekan ke III bulan November 2018, menunjukan penurunan dari 778 kasus menjadi 737 Kasus (Turun 6,43 persen), kemudian untuk tersangkanya juga mengalami penurunan dari 1.024 orang menjadi 959 orang (Turun 6,35 persen)," ungkapnya.

Lalu, untuk jumlah barang buktinya sendiri beberapa mengalami penurunan dan kenaikan dari pekan sebelumnya. Karena pada pekan ke IV ini mengalami penurunan jumlah terhadap barang bukti ganja sebesar 89,42 persen, dari 38.703,425 gram menjadi 4.093,506 gram.

"Narkotika jenis sabu mengalami kenaikan dari 58.973,68 gram menjadi 78.198,68 gram (naik 32,60 persen), narkotika jenis ekstasi mengalami kenaikan dari 8.102,5 butir menjadi 14.394,25 butir (naik 77,65 persen), tembakau gorilla mengalami penurunan dari 118,2 gram menjadi 26,83 gram (turun 77,30 persen)," jelasnya.

"Sedangkan untuk barang bukti Psikotropika (Baya) mengalami kenaikan bila dibandingkan pada pekan III bulan November 2018," sambungnya.

Polda Sumut paling banyak

Dari hasil tangkapan itu, untuk wilayah yang dianggap masih rawan terkait tindak pidana narkoba ini masih didominasi oleh Polda Sumatera Utara. Karena Polda Sumut ada sebanyak 135 kasus, Polda Metro Jaya 99 kasus dan Polda Jawa Timur 93 kasus.

"Dari analisa dan evaluasi pekan ke IV bulan November 2018, maka untukrangking jenis narkotika yang beredar di Indonesia adalah sabu, ganja, ekstasi dan daftar G," katanya.

(mdk/rhm)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP