Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Selama Pelatihan Paskibraka, Aurel Disuruh Push Up Kepal dan Dicubit

Selama Pelatihan Paskibraka, Aurel Disuruh Push Up Kepal dan Dicubit Keluarga Paskibraka Aurel. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Sri Wahyuniarti, Ibunda calon anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Capaska) Kota Tangerang Selatan Aurellia Qurratuaini, mengungkap adanya sejumlah luka di tubuh putrinya, saat mengikuti proses pendidikan dan pelatihan Paskibraka di Tangsel.

Berdasarkan informasi dari Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Tangerang Selatan, tahapan diklat paskibra tersebut berjalan dari tanggal 9 Juli hingga 17 Agustus.

Pada tahap I diklat dilakukan di Puspemkot Tangsel sejak tanggal 9 sampai 21 Juli, dan tahap II dilakukan di lapangan Cilenggang dari tanggal 22 sampai 31 Juli. Serta tahap III di Yonkaf Kavaleri TNI sejak tanggal 1 sampai 17 Agustus.

Sambil menahan tangis, Sri menceritakan saat dia berbincang dengan Aurel, yang melihat ada luka lebam menghitam di bagian pangkal jari-jari tangannya, bekas push up mengepal pada kegiatan diklat.

"Ma, tadi kita push up. Ma, tadi kita begini. Saya juga bilang, itu hal biasa nak, itu konsekuensi ikut Paskibraka. Tapi waktu saya lihat tangannya luka, hitam, saya bilang kamu push up kepal?, dia jawab iya. Push up kepal itu sudah menyalahi aturan. Bahkan di militer sendiri pun ada waktu dan tempat untuk push up kepal bagi laki-laki, tapi tidak untuk perempuan," kata Sri di kediamannya di bilangan Taman Royal 2, Kelurahan Poris Plawad Indah, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang.

Sri kemudian menelisik bagian lain, dan melihat ada luka lain pada bagian belakang lengan. Itu diakui Aurel karena dicubit saat sedang diklat. Sri kemudian menghela dan mengatakan, kalau kegiatan diklat tersebut, tidak boleh kontak fisik.

"Memang ada spot atau lebam, dia bilang Ma ini dicubit, biasa kok. Saya bilang itu tidak biasa kak, karena harusnya tidak ada body contact untuk pendidikan Paskibraka," ucap dia.

Dari luka itu, Sri meyakini kalau cubitan pada diklat yang dikenakan terhadap putrinya sangat keras. Karena Sri melihat bekas lebam sangat jelas terlihat. Sementara kulit almarhum, juga tidak putih.

"Seingat saya ada di lengan kiri belakang kalau enggak kiri kanan belakang. Cukup besar biru. saya tanya kenapa, dicubit. Dicubit kenapa sampai segitunya nak. Kulit Aurel tidak putih, kulit aurel cukup gelap, jadi kalau sampai biru lebam artinya cubitan sangat keras," jelasnya.

Sri mengaku, kalau bekas luka juga dilihat oleh anggota keluarga Sri yang ikut memandikan jenazah almarhumah, pada bagian lutut.

"Ada spot lain, di lengan kiri depan itu saya lihat waktu almarhum dimandikan. Kalau enggak salah keponakan saya juga melihat ada spot biru lain di dengkul," bilang dia.

(mdk/cob)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP