Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Selama 2 bulan, penyelundupan 2,92 ton sabu ke Indonesia digagalkan

Selama 2 bulan, penyelundupan 2,92 ton sabu ke Indonesia digagalkan Tim gabungan bongkar sabu 1 ton lebih di Batam. ©2018 istimewa

Merdeka.com - Upaya penyelundupan narkoba ke Indonesia sangat masif. Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan, sepanjang tahun 2017 sebanyak 342 kasus penyelundupan dengan barang bukti berupa 2,132 ton narkoba berhasil digagalkan. Sementara di Tahun 2018 yang belum genap dua bulan, 57 kasus penyelundupan dengan barang bukti 2,92 ton berhasil digagalkan.

"Ini kerja sama luar biasa antara Bea Cukai, Kepolisian, TNI dan unsur masyarakat. Indonesia banjir dari narkoba yang setiap harinya setiap minggu dan bulan terus meningkat," kata Sri Mulyani saat konferensi pers terkait pengungkapan kasus penyelundupan 1,6 ton sabu di Batam, Kepulauan Riau, Jumat (23/2).

Pemerintah mengakui perairan di Batam menjadi jalur rawan penyelundupan narkoba ke Indonesia. Oleh karena itu, berbagai upaya akan terus dilakukan untuk meningkatkan ketahanan keamanan di sana.

"Saya berterima kasih kepada Pak Tito dan jajarannya, baik Reskrim maupun satuan tugas Merah Putih, Panglima TNI dan jajarannya, TNI AL di beberapa tempat, Kejaksaan Tinggi dan masyarakat," lanjut Sri Mulyani.

Sebelumnya diberitakan, tim gabungan menggagalkan upaya penyelundupan narkoba melalui perairan Anambas, Kepulauan Riau, pada 20 Februari. Barang haram jenis sabu sebanyak 1,6 ton yang dimasukkan ke-81 karung diselundupkan di dalam kapal ikan yang disamarkan dalam sebuah kompartemen.

"Operasi ini sudah lama diikuti Polri dan Bea Cukai mulai Desember tahun lalu, kemudian dikembangkan dan dilakukan operasi di lapangan," kata Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

Kapal berbendera China dan Singapura itu kemudian diberhentikan. "Empat kita amankan, kemudian barang bukti diperiksa jumlahnya banyak sekali," katanya.

Keberhasilan Polri dan Bea Cukai menggagalkan upaya penyelundupan narkoba diapresiasi Tito. Apalagi jumlahnya tak tanggung-tanggung mencapai satu ton lebih.

"Saya apresiasi kerja sama ini. Saat mendapatkan informasi saya langsung komunikasi dengan Bu Ani. Karena kebetulan saya sedang berada di Jepang dan Bu Ani di Saudi. Maka itu kedatangan kami ke sini sekaligus memotivasi seluruh tim," tegas dia.

(mdk/cob)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP