Selain wartawan, polisi larang warga dokumentasikan Mapolrestabes Surabaya
Merdeka.com - Pasca teror bom bunuh diri meledak di pintu masuk Mapolrestabes Surabaya, Jalan Sikatan. Sekitar area dekat kantor polisi langsung disterilkan.
Khususnya di depan kantor Mapolrestabes Surabaya ditutup total. Hal itu membuat perkantoran di sepanjang Jalan Sikatan hingga Veteran ditutup.
Seperti Bank BCA, ruko, dealer yamaha, PTPN, Bank Mandiri, ODI (Asosiasi Dagang Indonesia), kantor Pertamina ini ditutup.
Itu dilakukan, melihat situasi di Mapolrestabes masih siaga awas, yang merupakan gawat. Sehingga, saat orang berjalan di sekitar dekat lokasi Mapolrestabes Surabaya diperiksa petugas.
Jika ada orang tidak dikenal, terlihat dekat lokasi kejadian, mengambil foto bukan wartawan ataupun fotografer. Polisi langsung mengamankannya, diinterogasi apa yang dilakukan, mengambil foto kemudian dikirim sosial media.
"Maksud kamu apa memposting foto (keluarga pelaku teror bom bunuh diri di gereja Surabaya)," tanya anggota polisi yang enggan disebutkan namanya.
"Tidak ada maksud apa-apa, Pak," jawab orang yang tidak dikenal ini.
"Kalau memang tidak ada kepentingan, sekarang kamu pergi," timpal dari pemuda yang sempat diinterogasi polisi.
Hingga saat ini pemeriksaan terhadap orang tidak dikenal baik yang mendekat maupun sekitar Mapolrestabes Surabaya terus dilakukan.
(mdk/rhm)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya