Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Selain tabrakkan mobil Jessica coba bunuh diri pakai asap panggangan

Selain tabrakkan mobil Jessica coba bunuh diri pakai asap panggangan Sidang Jessica. ©2016 Merdeka.com/Muhammad Luthfi Rahman

Merdeka.com - Sidang kematian Wayan Mirna Salihin dengan terdakwa Jessica Kumala Wongso menghadirkan saksi psikiatri forensik RSCM, dr Natalia Widiasih Raharjanti. Natalia turut memeriksa kejiwaan Jessica saat kasus ini tengah diselidiki kepolisian.

Dalam persidangan, Natalia membeberkan tindakan kriminal Jessica selama tahun 2015. Natalia mengungkapkan, Jessica mulai mengancam untuk bunuh diri pada tanggal 28 Januari 2015. Ancaman itu disampaikan kepada mantan pacarnya, Patrick, saat dirinya kecewa karena diduakan.

"Kalau kami lihat, mulai dari 28 Januari 2015, itu hanya ancaman akan bunuh diri. Dia telepon mantannya, Patrick. Namun keesokan harinya, dia melakukan upaya bunuh diri," kata Natalia di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (18/8).

Tujuh bulan berselang, tepatnya pada 22 Agustus 2015, Jessica kembali mencoba melakukan usaha bunuh diri. Tindakan itu lagi-lagi karena persoalan dengan Patrick. Sebagai luapan emosi, Jessica sampai menabrakkan mobilnya ke sebuah rumah panti jompo.

"Saya coba potret dari beberapa orang yang kenal dia, ada kemungkinan hal itu karena masalah dengan Patrick," ucapnya.

Kemudian pada 26 Oktober 2015, Jessica kembali melakukan usaha bunuh diri. Ia mencoba meracuni dirinya sendiri dengan asap panggangan barbeque. Atas kejadian ini, Jessica pun harus dilarikan ke rumah sakit

"Pada 15 November 2015, dia kembali usaha bunuh diri, namun gagal. Saat itu sudah ditemukan pisau, skop dan alarm asap yang dibungkus plastik," paparnya.

Berlanjut pada tanggal 22 November 2015, Jessica kembali melakukan percobaan bunuh diri. Saat itu ditemukan alkohol dan catatan bunuh diri. Dia membuat catatan yang lagi-lagi untuk mantannya Patrick, dengan isi catatannya seolah dia sudah meninggal dunia

"Inti catatannya, Jessica merasa kehilangan Patrick yang berjanji membantunya. Kemudian tidak mendapatkan support dari keluarga, maka itu dia melakukan bunuh diri. Jessica ini sudah memberikan segalanya ke Patrick, tapi dia diselingkuhi," paparnya.

Keesokan harinya, temannya, Jordan mendatangi rumah sakit. Ia melihat Jessica berbeda, mudah emosi dan sedih.

"Kasus itu, khususnya bulan November, banyak sekali kecelakaan karena relasi, dengan jangka waktu lebih dekat," tutupnya.

(mdk/lia)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP