Selain gereja, penjagaan di markas dan asrama polisi diperketat
Merdeka.com - Jumat (18/12), tim Detasemen Khusus (Densus) 88 antiteror meringkus dua terduga teroris di Tasikmalaya, Jawa Barat. Namun satu orang dibebaskan lantaran tidak terbukti terlibat aksi teror. Terduga teroris disebut-sebut tengah menyiapkan pengeboman akhir tahun ini.
Kapolda Jabar Irjen Pol Moechgiyarto menginstruksikan anak buahnya untuk selalu siaga dan waspada. Tidak hanya di objek vital dan tempat ibadah, tapi juga di markas-markas kepolisian dan asrama polisi.
"Itu termasuk perhatian kita (terorisme). Mulai dari markas kesatuan, asrama dan tempat tinggal ada perhatian," katanya usai memimpin rapat koordinasi lintas sektoral Operasi Lilin Lodaya 2015 di Mapolda Jabar, Bandung, Senin (21/12).
Dia tidak memerinci titik yang rawan tindak terorisme. Menurutnya semua titik berpotensi jadi sasaran aksi teror.
"Rawan tidak rawan itu kan berkaitan kejahatan masyarakat. Semua pasti rawan. Nah itu kita waspadai. Kerawanan yang terjadi tahun lalu juga harus diperhatikan," ungkapnya.
Disinggung penangkapan terduga teroris yang disebut-sebut berasal dari jaringan Abdul Karim, dia mengaku semua diserahkan ke Mabes Polri.
"Kita hanya bantu Densus 88 memang itu ada kaitan teror. Sekarang kita waspada. Di samping sasarannya gereja, harus diwaspadai tempat lain," ucapnya. (mdk/noe)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya