Selain bergamis, Anwar pelajari cap pengunjung agar bisa kabur
Merdeka.com - Anwar bin Kiman alias Rizal benar-benar mempersiapkan segala hal untuk bisa kabur dari Rutan Salemba, 7 Juli lalu. Selain bertanya pada tahanan lain soal kondisi rutan, dia juga meminta istrinya membawakan gamis.
Alasannya memilih gamis karena pengunjung wanita tidak diperiksa ketat oleh petugas sipir. Dari situ muncul ide, kabur dengan berpenampilan wanita akan memuluskan pelariannya.
"Jadi saya lihatin cara-cara nya mempelajari. Kalau cewek enggak (diperiksa)," katanya, saat ditanyai Dir Reskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Krishna Murti usai ditangkap di rumah kakak iparnya di hutan milik Perhutani, Jasinga, Bogor, Kamis (14/7).
Selain itu, dia juga menjiplak stempel pengunjung yang ada di tangan istrinya. Dia menggambar ulang stampel itu dengan spidol yang dibeli dari penjual pulpen di dalam rutan.
"Ikutin cap stempel doang. Kan istri saya punya stempel nah saya ikutin ukirannya doang pakai spidol lukis sendiri seolah-olah saya tamu. Spidol kan banyak di dalem dijual pulpen juga banyak warung di dalem. Saya gambar pakai spidol yang kecil," jelasnya.
Dia memastikan rencana kabur itu tak ada kerja sama dengan tahanan lain maupun sipir lapas. Dia hanya memanfaatkan kondisi rutan yang ramai pengunjung dan menyakini pengunjung wanita lebih mudah untuk mengelabui petugas.
"Enggak ada yang curiga," pungkasnya.
Saat ini, Anwar sedang dalam perjalanan menuju Mapolda Metro Jaya.
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya