Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Selain berbisnis, warga Solo yang hilang di Turki pamit berlibur

Selain berbisnis, warga Solo yang hilang di Turki pamit berlibur Keluarga warga Solo yang hilang di Turki. ©2015 merdeka.com/arie sunaryo

Merdeka.com - Kantor Imigrasi Solo mengakui, 6 WNI asal Kota Bengawan yang hilang di Turki memiliki dokumen paspor resmi. Mereka tercatat mengurus paspor ke Kantor Imigrasi Jalan Adi Sucipto, Solo pada akhir tahun 2014 lalu.

"Kami mengeluarkan paspor mereka akhir tahun lalu. Hafid Umar Babher dan istrinya Soraiyah Cholid dan 3 anaknya, yakni Hamzah Hafid, Utsman Hafid, dan Athika Hafid mendapatkan paspor pada 6 Oktober 2014. Sedangkan kakak Hafid, Fauzi Umar menyusul mendapatkan paspor pada 8 Oktober 2014," ujar Kepala Kantor Imigrasi Solo, Djarot Sutrisno saat ditemui wartawan di kantornya, Senin (9/3).

Menurut Djarot, keenam paspor yang diterbitkan tersebut lolos verifikasi secara persyaratan maupun prosedural, terlebih lagi orangnya juga tinggal di Solo. Terkait hilangnya keenam pemegang paspor tersebut Djarot mengaku tak tahu menahu. Sebab, tugas utama kantor Imigrasi hanya mengeluarkan surat paspor untuk WNI yang ingin melakukan kunjungan ke luar negeri.

"Saya tahunya kabar ini juga dari media massa. Kami tidak menerima laporan dari keluarga atau yang lain. Kami tak mengetahui ke mana pemegang paspor itu akan berpergian, itu tugas dari bandara dan pelabuhan setempat," pungkasnya.

Muhammad Arif, kakak tertua korban membenarkan, adik dan keponakannya mengurus paspor pada Oktober tahun lalu. Kepergian 2 adiknya dan keponakannya juga atas biaya sendiri.

"Dia itu dapat pesanan gorden dalam jumlah cukup besar, sehingga perlu ke sana, sekalian berwisata," katanya.

(mdk/cob)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP