Selain anggaran, tantangan BG jadi KaBIN terkait pengembangan SDM
Merdeka.com - Anggota Komisi 1 DPR RI Fraksi Hanura, Arief Suditomo mengatakan, tantangan yang akan di emban Komjen Budi Gunawan sebagai kepala Badan Intelijen Negara (BIN) yang baru akan sangat berat dan banyak. Salah satu tantangannya, kata dia, adalah mengenai soal anggaran.
"Tantangan ke depannya banyak, yang pertama adalah masalah anggaran. Saya fikir kondisi APBN yang defisit seperti ini, mengenai anggaran, saya masih belum bisa pastikan apakah terkena objek pemotongan atau tidak," kata Arief usai acara diskusi bertajuk 'Pergantian kepala BIN dan membangun Intelijen Profesional' di Cikini, Jakarta Pusat, Senin (5/9).
Politikus Hanura itu menambahkan, walaupun anggaran menjadi salah satu soal sendiri, namun peningkatan kualitas SDM di tubuh telik sandi negara harus juga diperhatikan. Perkembangan dalam SDM sangat penting untuk mendapatkan prioritas utama dari Budi Gunawan nantinya jika telah resmi menjabat sebagai KaBIN.
"Tapi saya berharap dalam situasi di mana anggaran dalam kondisi seperti ini, tantangan ke depan bisa menentukan prioritas-prioritas. Karena pengembangan SDM penting, jadi bagaimana kita mendapatkan prioritas yang baik dari Pak Budi Gunawan," jelasnya.
Dia melanjutkan, tantangan Budi Gunawan yang kedua adalah bagaimana pengertiannya mengenai interaksi global yang berkaitan terhadap kepentingan-kepentingan nasional. Sebab, banyak sekali kepentingan dunia global untuk Indonesia yang belum tentu bermanfaat.
"Yang kedua bagaimana pengertian mereka terhadap interaksi global yang berkaitan dengan kepentingan nasional. Banyak sekali kepentingan global untuk Indonesia, belum tentu bermanfaat langsung pada nasional," terang Arief.
"Ini merupakan salah satu PR pada dasarnya juga bisa menjadi kontribusi BIN pada proses pengambilan keputusan. Proses rekomendasinya, analisisnya merupakan salah satu hal yang secara vital," pungkasnya.
Diketahui sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) melalui Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno untuk menemui pimpinan DPR pada hari Jumat (2/9). Pratikno membawa surat resmi Istana yang berisi tentang usulan pengangkatan Komjen Budi Gunawan sebagai kepala BIN untuk menggantikan Sutiyoso.
"Biasanya kalau Presiden itu merasa penting begitu, kan ada pesan khusus meminta dibantu dipercepat, maka menteri dikirim langsung, kehadiran Pratikno menandakan memang Presiden menginginkan agar itu diproses cepat," kata Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah di Gedung DPR, Jakarta , Jumat (2/9).
(mdk/sho)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya