Sekolah Rusak Diterjang Puting Beliung, Pelajar SD di Semarang Belajar di Luar Kelas
Merdeka.com - Puluhan siswa SDN Srondol Kulon 01, Banyumanik Semarang terpaksa belajar di luar kelas lantaran atap ruangan roboh kena puting beliung, Jumat (25/1).
"Ada 28 siswa kelas V terpaksa belajar di ruang terbuka tepatnya masjid sekolah, dan emperan kelas. Mereka juga mengikuti proses belajar mengajar oleh guru kelasnya," kata Kepala Sekolah SDN Srondol Kulon Kurniawati saat diwawancarai di lokasi.
Dia menyebut robohnya ruang kelas V terjadi pada hari Kamis (24/1) pukul 13.45 WIB. Angin kencang berbentuk melingkar menyapu hingga genteng terlepas yang menyebabkan robohnya satu ruang kelas.
"Kejadian waktu itu proses belajar mengajar sudah selesai, sehingga tidak ada korban. Hanya saja ada siswa yang sedang ikut kegiatan ekstrakurikuler," ungkapnya.
Sebagian besar plafon ambruk seiring dengan runtuhnya atap bangunan. Sebelumnya, pihak sekolah juga sudah memprediksi bangunan kelas rapuh sehingga untuk proses belajar mengajar menggunakan kelas lain.
"Sampai ruang guru kami gunakan untuk siswa dalam kegiatan proses belajar mengajar," jelasnya.
Atas kejadian ini, pihaknya berharap Dinas Pendidikan segera merenovasi kelas yang roboh akibat angin puting beliung agar proses belajar mengajar tetap berlanjut.
"Kami kasihan melihat siswa yang menjalani proses belajar-mengajar di luar terbuka yang disulap menjadi ruang kelas, karena tidak senyaman di kelas biasa," jelasnya.
Seorang siswa Arga (10) siswa kelas V mengaku meskipun belajar di ruang terbuka namun tidak menyurutkan minat mereka untuk menimba ilmu. "Konsentrasi tetap, namun terganggu sudah pasti karena belajar di ruang terbuka masjid. Harapan kami mendapat ruang kelas baru," kata Arga.
(mdk/cob)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya