Sekolah ini tetap beraktivitas meski di radius 8 km dari Gunung Agung
Merdeka.com - Desa Datah kecamatan Abang, jika dilihat dari peta zona kawasan rawan bencana Gunung Agung hanya berjarak dalam radius 8 kilometer. Kendati desa ini berada dalam posisi kawasan zona awas, sejumlah penduduknya memilih tetap bertahan dan enggan untuk mengungsi.
Malah, sebuah sekolah dasar di SD 6 Desa Datah Kecamatan Abang Karangasem ini masih tetap melaksanakan proses belajar mengajar. Salah seorang guru, ibu Ayu memilih bertahan dan tidak mengungsi lantaran masih ada siswa yang tetap masuk sekolah walau dalam kondisi cemas akan aktivitas gunung Agung saat ini.
"Kami guru hanya tinggal 4 orang saja termasuk kepala sekolah. Anak-anak yang tersisa ada 30 an dari kelas 1 sampai kelas 6. Saya tidak mungkin tinggalkan mereka, semangat untuk belajarnya tinggi," kata dia, Selasa (3/10).
Kata dia, sebelum pada mengungsi tercatat siswa di sekolah ini ada 100 orang. Umumnya mereka meninggalkan sekolah karena orang tuanya memilih mengungsi secara mandiri. Soal 30 siswa yang masih bertahan, sejatinya karena terpaksa lantaran orangtua mereka tidak ada yang mau mengungsi.

SD di daerah rawan Gunung Agung ©2017 Merdeka.com/Gede Nadi Jaya
Ironisnya lagi, sekolah tempat mereka belajar untuk saat ini sangat rawan. Sejumlah tembok kelas sudah pada retak akibat tiap jam digoyang gempa. Untuk proses belajar, para guru menempatkan halaman sekolah untuk belajar siswa.
"Kami tidak ambil risiko jika belajar dalam ruangan kelas. Kami juga ingatkan agar sebaiknya siswa mengungsi karena di pengungsian juga mendapatkan pelajaran di sekolah yang baru. Karena orangtua siswa tidak mau mengungsi, maka siswa tetap memilih belajar di sini( SD 6 Datah)," ucapnya.
(mdk/eko)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya