Sekolah di Zona Hijau Diizinkan Dibuka, Pelajar Harus Patuhi Protokol Kesehatan
Merdeka.com - Sekolah yang berada di zona hijau diizinkan untuk dibuka. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengingatkan pembukaan sekolah yang berada di zona hijau akan dilakukan secara hati-hati. Kesehatan dan keselamatan warga sekolah menjadi prioritas utama.
Ahli gizi dari Siloam Hospitals Putera Bahagia Kota Cirebon, Sherly Silvi Kampi mengingatkan kepada orang tua untuk memberikan bekal makanan sehat, dan meminta para murid untuk tetap menaati protokol kesehatan selama di sekolah.
"New normal merupakan perilaku baru berbasis adaptasi. Karenanya para ibu harus menyiapkan bekal makanan bagi sang anak dengan tetap mengikuti pola makan sehat. Anak pun harus diberi penyampaian akan perilaku baru ini. Jajan tetap diperbolehkan namun terbatas dan mengacu pada protokol kesehatan," kata Sherly pada bincang live streaming, Sabtu (11/7).
Sherly menyampaikan, anjuran new normal di sekolah dapat mengadopsi dari The Center for Disease (CDC), bagi sekolah-sekolah yang akan dibuka kembali di Amerika saat pandemi Covid-19. Beberapa hal yang bisa diadopsi di Indonesia adalah aturan untuk tetap menggunakan masker, tidak boleh berbagi barang-barang atau peralatan.
Kemudian membersihkan dan mendisinfektan bagian sekolah yang sering disentuh sesering mungkin, melakukan pemeriksaan kesehatan dan temperatur rutin, memasang stiker di lantai agar anak tahu batas jarak aman dengan anak lain serta tidak boleh ada antrean di kantin sekolah.
"Di sekolah perilaku hidup bersih pun harus disampaikan kepada anak, contohnya sering melakukan cuci tangan dan pilih jajanan sehat," tuturnya.
Dalam kesempatan tersebut, Sherly turut mengingatkan agar anak tidak boleh membeli jajanan yang beralaskan kertas bekas pun alas koran. "Terutama gorengan yang sering menggunakan alas kertas bekas serta hindari minuman bersoda", imbuh Sherly mengingatkan.
Diharapkan dengan persiapan bekal makanan yang cukup dan bergizi, kekebalan tubuh dan pola gizi anak tetap terjaga.
"Boleh saja anak jajan tetapi pada saat tertentu atau kadang-kadang saja. Dan yang utama, jalin komunikasi dengan pihak sekolah agar kualitas pangan jajan baik dan aman bagi anak sekolah di usia 7 hingga 12 tahun," pungkas Sherly.
(mdk/cob)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya