Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Sekjen PDIP tegaskan Gus Ipul-Puti bersatunya Nahdliyin dan Nasionalis

Sekjen PDIP tegaskan Gus Ipul-Puti bersatunya Nahdliyin dan Nasionalis Sekjen PDIP Nyekar makam Bung Karno. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto secara tegas menyampaikan, bahwa pencalonan Saifullah Yusuf (Gus Ipul) sebagai Gubernur Jawa Timur didampingi Puti Guntur Soekarno (Puti) menjadi Wakil Gubernur, merupakan bukti sejarah tidak bisa hilang.

Terutama mengenai persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Bahwa religius dan nasionalis itu selalu ada, bersatu sejak lama. Hal itu ditorehkan kembali, yakni dengan keberadaan Gus Ipul yang mewakili dari nahdliyin, sedangkan Mbak Puti dari nasionalis.

Seperti yang terlihat, lanjut Hasto, dalam acara Haul Bung Karno itu banyak dihadiri tokoh agama, ulama, kiai dan masyarakat sekitar.

"Haul Bung Karno ini merupakan sudah menjadi tradisi yang cukup lama. Karena, masyarakat sendiri menempatkan sanubarinya pada sosok Bung Karno, dan kesatu paduan pada keluarga nahdliyin dan Soekarnois," kata Hasto di Malang, Rabu (20/6).

Menurut dia, haul yang sudah merakyat ini dihadiri langsung Megawati mewakili dari keluarga Bung Karno, kemudian Ketua Umum PBNU, KH Said Agil Sirodj. Serta jajaran menteri juga turut hadir hadir dalam haul Bung Karno.

"Kita juga menyampaikan mengingatkan kembali, kalau Jawa Timur itu merupakan menjadi salah satu contoh, kalau kekeluargaan terbangun dengan sangat baik. Antara keluarga besar Nahdliyin dan Soekarnois yang tercermin, perpaduan antara pasangan Bapak Saifullah Yusuf dengan Ibu Puti Guntur Soekarno," ujar dia.

Menurut dia, kegiatan Haul Bung Karno yang dihadiri banyak tokoh agama, ulama dan Soekarnois itu menunjukkan, kalau dokumen sejarah pada rekam jejak bersama. Bahwa NU merupakan salah satu kekuatan penopang NKRI ber-Pancasila sama dengan Soekarnois.

Apalagi, semasa Bung Karno untuk berjuang memerdekakan bangsa selalu minta nasehat dari para Kiai, yakni Hasyim Asy'ari dan ulama besar lainnya di Indonesia. Guna memperjuangkan persatuan bangsa dan negara.

"Menemukan titik temu, membangun persahabatan, sekaligus bergotong royong untuk bangsa dan negara. Sehingga hal itu terus dilakukan, untuk menjalin silaturahmi antara Nahdliyin dengan Soekarnois," pungkas dia. (mdk/hhw)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP