Sekjen PDIP Marah Pribadi Jokowi Diserang Gara-gara Revisi UU KPK
Merdeka.com - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto tak bisa tinggal diam bila pribadi Presiden Joko Widodo atau Jokowi diserang terkait pro-kontra revisi UU Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
"Kami mengkritik keras mereka-mereka yang menggunakan hal tersebut sebagai upaya mendiskreditkan presiden," kata Hasto di De Saung, Bogor, Minggu (15/9).
Dia mengatakan, sudah ada pihak-pihak tertentu yang menyerang Jokowi secara pribadi terkait hal ini. Hasto menjelaskan, salah satunya adalah adanya media tertentu yang menggambarkan karikatur Jokowi seperti pinokio.
Sejak Minggu (15/9) sore, beredar cover majalah Tempo di media sosial yang bakal terbit Senin (16/9) besok. Dalam cover tersebut, Tempo menggambarkan Jokowi dengan karikatur dan bayangan berhidung panjang layaknya Pinokio berjudul 'Janji Tinggal Janji'.
"Sebenarnya dari aspek etika, tidak memenuhi ketentuan sopan santun itu," imbuh Hasto.
Reporter: Ratu Annissa Suryasumirat
Sumber: Liputan6.com
PDIP Dukung Penuh Jokowi
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comHasto menegaskan, PDI Perjuangan menilai Jokowi telah bertindak tepat soal keputusannya terhadap revisi UU KPK. Setahunya, Jokowi telah melakukan dialog dengan KPK secara intens, tetapi pada saat bersamaan juga mengharapkan adanya kepastian hukum agar kekuasaan yang tanpa batas itu memiliki mekanisme check and balance.
Dengan itu, pemeriksaan korupsi ke depan dapat dilakukan dengan lebih progresif, tetapi disertai dengan komitmen yang tinggi dari seluruh aparat penegak hukum untuk tidak melanggar hukum.
Dengan demikian, nanti tidak ada lagi mereka yang ditetapkan sebagai tersangka dengan tergesa-gesa, dan tidak ada lagi penyadapan dilakukan tidak sesuai dengan prosedur. Selama ini, Hasto menilai penyadapan bisa dipakai karena kepentingan politik tertentu
"Siapa yang memastikan presiden tidak disadap (oleh KPK). Siapa yang memastikan wakil presiden tidak disadap? Sampai sekarang kita tak jelas," katanya.
"Jadi kami berikan dukungan sepenuhnya kepada presiden. Pak Jokowi tidak sendirian. Pak Jokowi itu sebelum mengambil keputusan itu beliau mempertimbangkan dengan dalam, mendengar masukan dari banyak pihak," tutup Hasto.
(mdk/rnd)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya