Sekjen MPR Setuju Pelantikan Jokowi Dilakukan Sederhana
Merdeka.com - Persiapan pelantikan Presiden-Wakil Presiden sudah mencapai 95 persen. Presiden Joko Widodo juga berpesan agar pelantikan dirinya bersama Ma'ruf Amin nanti dilakukan secara sederhana, tidak bermewah-mewahan.
Sekretaris Jenderal MPR Ma'ruf Cahyono menyepakati usulan Jokowi agar pelantikan tanpa berlebihan. Meski demikian, ia mengingatkan, sederhana bukan berarti menghilangkan atau menurunkan standar pelayanan terhadap tamu.
"Kita akan melakukan sederhana tapi menerima tamu itu kan harus bersih-bersih, bukan kemewahan tapi itu standar kenegaraan," katanya, Jumat (18/10).
Sementara saat disinggung mengenai anggaran untuk perhelatan pelantikan, Cahyono tidak tahu detil. Yang jelas, dia mengungkapkan, anggaran akan menggunakan APBN 2019 yang telah jauh hari dipersiapkan.
Ia menuturkan, hari ini akan ada gladi kotor, namun tidak dihadiri pimpinan MPR. Sehari setelahnya, kata dia, gladi tahap akhir dilakukan bersama pimpinan.
Diketahui, usai bertemu dengan pimpinan MPR, Jokowi menginginkan pelantikannya tidak berlebihan namun tetap khidmat.
"Saya juga menyampaikan bahwa penyelenggaraan upacara dan perayaan di dalam pelantikan dilakukan sederhana saja, tapi juga tanpa mengurangi kekhidmatan dan keagungan acara itu. Saya rasa itu yang kami sampaikan," katanya di Istana Merdeka Jakarta, Rabu (16/10).
Jokowi-Ma'ruf Amin akan dilantik sebagai presiden dan wakil presiden periode 2019-2024 di Gedung MPR Jakarta pada 20 Oktober mendatang. Bambang Soesatyo mengatakan keduanya akan dilantik pukul 14.30 WIB.
Reporter: Delvira HutabaratSumber: Liputan6.com
(mdk/fik)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya