Sekjen Gerindra Minta KPU Merinci 6 Juta Pemilih Tambahan yang Masuk DPT
Merdeka.com - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Gerindra Ahmad Muzani mengkritisi penetapan 192 juta jumlah daftar pemilih tetap (DPT) di Pemilu 2019. Menurutnya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) tidak memberikan perincian jumlah tambahan DPT sebanyak 6 juta pemilih.
"Jadi disebutkan data Dukcapil ada 31 juta jumlah pemilih belum masuk DPT, tapi hari ini sudah masuk DPT 6 juta sekian yang masuk tambahan, tapi belum tanpa rincian," kata Muzani dalam Rapat Pleno Terbuka KPU Penyempurnaan DPT Jilid Kedua di Hotel Menara Peninsula, Slipi, Jakarta Barat, Sabtu (15/12).
Rincian dimaksud, lanjut Muzani, adalah berapa total jumlah yang tereliminasi dan juga alasan mereka tidak masuk. Demikian juga asal tambahan jumlah 6 juta pemilih.
"Hal ini demi data yang komprehensif," tegas Muzani.
Menurut Muzani, pihaknya masih menemukan kecurangan di wilayah Bondowoso Jawa Timur. Di mana, ada satu NIK yang digunakan 10 kali untuk daftar pemilih.
"Jadi kami sampaikan ini, juga ke Bawaslu untuk ini karena jumlahnya lumayan, karena modus ini harus ditangkal sebelum hari H agar menjadi Pemilu yang terpecaya," terang Muzani.
Reporter: Radityo
(mdk/cob)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya