Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Sekelumit kisah penyewa tikar sekitar Monas di hari Lebaran

Sekelumit kisah penyewa tikar sekitar Monas di hari Lebaran penyewaan tikar di monas. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Pengelola Monas menutup pintu rapat-rapat untuk pedagang kaki lima (PKL) masuk ke pelataran Tugu Monas. Larangan ini bisa berimbas ke pendapatan mereka.

Tak kehabisan akal, mereka menyiasati dengan menyewakan tikar kepada pengunjung yang hendak berwisata dan menghabiskan waktu di ikon ibu kota tersebut. Merry (50), pedagang minuman asal Sumatera menyewakan tikar dengan mematok harga Rp 10.000 untuk satu jamnya. Merry menyewakan tikar yang terbuat dari terpal dengan ukuran 1x1 M.

"Ya karena tak bisa masuk ke dalam saya akhirnya pikir lebih baik sewakan saja tikar kepada pengunjung," ujar Merry kepada Merdeka.com di depan Tugu Monas, Jakarta, Sabtu, (18/7).

Merry mengakui, hasil penyewaan tikar jauh lebih besar dibanding jual minuman. Namun dia tidak menyebutkan detail pendapatan yang dikantongi. Tidak semua menyenangkan, ada saja kisah nestapanya. Terkadang ada pengunjung nakal yang tak mengembalikan tikarnya.

"Mungkin ramai karena Lebaran ya. Tapi kalau apes ya tikar saya mereka bawa," ujarnya seraya tersenyum.

Berbeda dengan Roman (17) yang mengaku tidak menyewakan tikar tapi menjualnya ke pengujung. Tikar yang dijual Roman terbuat dari jahitan plastik semen. "Harganya Rp. 10.000," singkat Roman. (mdk/noe)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP