Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Sejarawan NU: Eyang Gus Ipul pemikir besar pendiri NU

Sejarawan NU: Eyang Gus Ipul pemikir besar pendiri NU Gus Ipul. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - KH Bisri Syansuri terkenal sebagai sosok kiai yang memiliki karisma dan pemikiran cemerlang. Eyang Saifullah Yusuf (calon gubernur Jawa Timur) salah satu dari tiga kiai besar Jawa Timur yang mendirikan cikal bakal Nahdlatul Ulama (NU).

Sejarawan NU, Riadi Ngasiran, menjelaskan KH Bisri Syansuri adalah salah satu generasi pendiri cikal bakal NU di antaranya Kiai Wahab Chasbullah, Kiai Mas Alwi bin Abdul Aziz, Kiai Ridwan Abdullah dan termasuk di dalamnya Kiai Bisri Syansuri.

Riadi menceritakan awalnya, KH Mohammad Hasyim Asy’ari memimpin sebagai Rais Akbar sekitar tahun 1926-1947. Karena tidak ada lagi kepemimpinan di atas Rais Akbar, maka gelar itu diganti menjadi Rais Am. Barulah KH Abdullah Wahab Chasbullah memimpin sebagai Rais Am.

“Hanya saja memang, kala itu banyak kiai-kiai besar yang lebih sepuh di NU. Kiai Bisri baru mau menggantikan kepemimpinan NU sebagai Rais NU sekitar tahun 1971-an, ketika Kiai Wahab meninggal,” katanya saat berbincang dengan merdeka.com, Senin (15/1).

Redaktur majalah NU ini, menyebut tindakan Kiai Bisri ini sebagai etika atau adab santri. Yakni mempersilakan yang lebih sepuh untuk maju. Barulah setelah meninggal, yang lebih muda menggantikan.

“Jadi, tidak salah lagi Eyang Gus Ipul memang pendiri NU secara statuen,” kata dia.

Apalagi, Kiai Bisri sendiri sebelumnya telah berkecimpung dalam organisasi embrio NU. Riadi menyebutkan ada tiga elemen organisasi embrional NU, yakni Nahdlatut Tujjar, Tashwirul Afkar dan Nahdlatul Wathan.

“Kiai Bisri ini aktif di Nahdlataut Tujjar, bersama Kiai Wahab dan Kiai Hasyim Asy’ari. Ini embrio dari NU. Hanya saja, formatnya berubah jadi NU pada tahun 1926,” katanya. (mdk/paw)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP