Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Sejarah panjang ujian nasional, dari kertas ke layar monitor

Sejarah panjang ujian nasional, dari kertas ke layar monitor Ujian Nasional 2015. ©2015 merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Tinggal hitungan hari, para siswa kelas XII sekolah menengah atas (SMA) atau sederajat bakal menjalani ujian nasional. Mulai Senin (4/4) hingga Rabu (6/4), selama tiga hari siswa kelas XII SMA dan sederajat akan menempuh ujian nasional. Setelah tiga tahun lamanya menjalani aktivitas belajar-mengajar, ujian nasional seolah menjadi penentu kelulusan sekaligus menakar kompetensi yang dimiliki.

Bicara soal ujian nasional, menarik untuk melihat sejarah panjang perjalanannya. Mulai dari nama ujian yang berganti, mata pelajaran yang diuji, hingga sistem yang digunakan dalam ujian. Di masa awal kemerdekaan, ujian nasional yang dikenal saat ini bernama Ujian Penghabisan Nasional. Kala itu, soal ujian dibuat masing-masing provinsi atau wilayah hingga rayon (kecamatan).

Pada 1965-1972, ujian penghabisan nasional berganti nama menjadi Ujian Negara. Tidak hanya perubahan nama, tapi diikuti perubahan sistem penyelenggaraan. Di era orde baru ini, soal sudah dibuat secara nasional. "Tapi dikoreksinya itu dilakukan oleh sekolah masing-masing, oleh guru dan pengawas ujian," kata Kepala Pusat Penilaian Pendidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Nizam di kantornya, Jumat (1/4).

ujian nasional di lapas lowokwaru

Ujian Nasional di Lapas Lowokwaru ©2015 merdeka.com/darmadi sasongko

Pada 1972-1979, ujian negara sempat dihapuskan. Penghapusan ujian kesetaraan nasional lantas dikritik pakar pendidikan. Pada masa itu dunia pendidikan mengalami keterpurukan. Anak yang tidak lulus ujian sekolah dianggap biasa. Sementara sekolah-sekolah saat itu seenaknya dalam menentukan kriteria kelulusan. Akibatnya, mutu pendidikan kala itu hanya 40 persen yang sesuai standar.

"Para pakar pendidikan saat itu menganggap masa-masa yang paling kritis. Kala itu dunia pendidikan kita dinilai surut," ujar dia.

Dunia pendidikan mencoba bangkit. Periode 1980-an lahirlah EBTANA (evaluasi belajar tahap akhir) dan EBTANAS (evaluasi belajar tahap akhr nasional) sebagai hasil belajar tahap akhir yang dilakukan secara nasional. Pada masa ini, kedua nilai akan digabungkan dan menghasilkan nilai penentu kelulusan.

EBTANAS berubah nama menjadi Ujian Akhir Nasional (UAN) pada periode 2001-2004, lalu berubah lagi menjadi Ujian Nasional sejak 2005. Sejak saat itu, nilai ujian nasional dan ujian sekolah digabungkan. Hasilnya menjadi sebuah nilai yang menjadi penentu kelulusan. (mdk/noe)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP