Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Sejarah Aksi Mahasiswa dari Jalan Gejayan Yogyakarta

Sejarah Aksi Mahasiswa dari Jalan Gejayan Yogyakarta Demo BBM. ©2013 Merdeka.com/Arie Basuki

Merdeka.com - Tagar #GejayanMemanggil menjadi trending di Twitter sejak kemarin, Minggu (22/9).

Tagar #GejayanMemanggil merupakan bentuk seruan untuk aksi damai sebagai protes sejumlah isu seperti RUU KPK yang kini sudah disahkan, RKUHP, RUU Pertanahan, RUU Ketenagakerjaan serta lainnya dinilai merugikan rakyat dan melemahkan pemberantasan korupsi di Indonesia.

Hari ini, Senin (23/9), rencananya sejumlah mahasiswa dan elemen kampus akan melakukan aksi damai di sejumlah wilayah Yogyakarta memprotes isu tersebut.

Gejayan merupakan nama jalan di Yogyakarta yang memiliki sejarah kelam aksi mahasiswa di tahun 1998, dikenal dengan Peristiwa Gejayan atau Tragedi Yogyakarta.

Tanggal 8 Mei 1998, sejumlah mahasiswa menggelar aksi demonstrasi menuntut reformasi dan turunnya Presiden Soeharto. Pemicunya, perekonomian Indonesia yang semakin buruk dan ketidakadilan terhadap rakyat di bawah kepemimpinan Soeharto. Aksi yang semula damai berujung bentrokan dengan aparat.

Ratusan aparat mencoba membubarkan secara paksa unjuk rasa dengan melakukan penyerbuan dengan panser penyemprot air dan tembakan gas air mata terhadap mahasiswa di depan Hotel Radison yang terletak di pertigaan antara Jalan Gejayan dan Jalan Kolombo.

Aparat memukul mundur pendemo di lokasi tersebut untuk mencegah mereka bergabung dengan mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM). Tak hanya mahasiswa pendemo, aparat juga memukuli pedagang kaki lima dan warga di sekitaran lokasi.

Mahasiswa dibantu masyarakat melawan aparat dengan lemparan batu hingga molotov di sekitar Jalan Gejayan, yang membentang dari perempatan Jalan Padjajaran (Ring Road Utara) hingga perempatan Jalan Adi Sutjipto dan Jalan Urip Sumoharjo.

Ratusan korban terluka, didominasi dari mahasiswa dan satu orang mahasiswa bernama Moses Gatutkaca tewas, akibat bentrokan dengan aparat tersebut.

Moses yang merupakan mahasiswa MIPA Universitas Sanata Dharma (USD) ditemukan sekitar Posko PMI Sanata Dharma sesaat setelah aparat melakukan pembersihan di daerah bentrokan sekitar Hotel Radison. Namun nyawanya tak tertolong saat dibawa menuju Rumah Sakit Panti Rapih. Dari hasil visum, Moses mengalami pendarahan di kepala sekitar telinga akibat hantaman benda tumpul.

Moses yang kelahiran Banjarmasin ini diketahui tinggal di Gang Brojolamatan No 9A Mrican Yogyakarta. Lokasi itu juga tak jauh dari kampus Sanata Dharma dan sama-sama berada di wilayah Jalan Gejayan Yogyakarta.

Untuk menghormati Moses, Jalan Kolombo yang berada tepat di sebelah kampus Universitas Sanata Dharma Yogyakarta diubah namanya menjadi Jalan Moses Gatutkaca sejak 20 Mei 1998.

Dihimpun dari Berbagai Sumber

(mdk/ded)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP