Sejak Pagi, Kota Tasikmalaya Diguncang Gempa 3 Kali
Merdeka.com - Sepanjang hari ini, Minggu (4/12), gempa bumi masih dirasakan warga Kota Tasikmalaya, Jawa Barat. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat, sejak pagi hingga siang terjadi tiga kali gempa bumi di Tasikmalaya.
Data dihimpun dari akun media sosial resmi BMKG, gempa bumi di Tasikmalaya pertama terjadi pada pukul 04.34.49 WIB dengan kekuatan magnitudo (M) 2,9. Pusat gempa berada di koordinat 7.39 LS dan 108.23 BT atau 9 kilometer arah Tenggara Kota Tasikmalaya, dengan kedalaman 10 kilometer.
Gempa bumi kembali terjadi pada pukul 04.39.54 WIB dengan kekuatan M 2,8. Gempa itu berpusat di koordinat 7.38 LS dan 108.23BT atau 8 kilometer arah Tenggara Kota Tasikmalaya dengan kedalaman 10 kilometer.
Ketiganya, gempa bumi kembali terjadi pada pukul 09.57.36 WIB dengan kekuatan M 2,9. Pusat gempa berada di koordinat 7.37 LS dam 108.26 BT atau 9 kilometer Tenggara Kota Tasikmalaya dengan kedalaman 10 kilometer.
Ada Kaitannya dengan Gempa di Garut?
Terkait tiga gempa yang terjadi, Sub Koordinator Penanganan Bencana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tasikmalaya, Erik Yowanda mengatakan pihaknya belum menerima laporan kerusakan atau korban akibat gempa bumi.
"Namun memang sempat membuat masyarakat khawatir karena ada tiga kali gempa," kata Erik.
Menurutnya, kekhawatiran warga beralasan. Di 2017, Tasikmalaya pernah diguncang gempa yang cukup besar hingga menyebabkan kerusakan yang banyak.
Erik menambahkan, pihaknya menunggu informasi lebih lanjut terkait gempa yang terjadi hari ini. Sebab dikhawatirkan gempa yang terjadi berkaitan dengan yang terjadi di Garut dengan kekuatan magnitudo 6,4 dan sangat terasa di Kota Tasikmalaya bahkan merusak satu rumah.
Walau begitu, Erik meminta warga untuk tetap tenang dan mengikuti informasi resmi BMKG.
"Ini perlu dilakukan karena banyak informasi hoaks beredar, apalagi pasca gempa bumi di Garut, Sabtu (3/12) kemarin," katanya.
Ia juga mengingatkan untuk tidak panik saat terjadi gempa. Bila sedang di dalam ruangan, warga diminta untuk segera keluar.
"Kalau tidak memungkinkan (keluar ruangan), lindungi bagian belakang kepala, bisa masuk ke dalam meja atau minimal menggunakan tangan. Yang penting melindungi bagian belakang kepala. Bila sudah berhasil keluar, jangan masuk kedalam bila ada kerusakan setelah gempa bumi sampai ada petugas atau orang yang lebih mengerti," jelasnya.
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya