Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Sejak lahir, 4 warga Buleleng ini menderita penyakit sisik ular

Sejak lahir, 4 warga Buleleng ini menderita penyakit sisik ular Manusia dengan kulit bersisik di Bali. ©2016 merdeka.com/gede nadi jaya

Merdeka.com - Ironis hingga sampai puluhan tahun, pemerintah di Bali tidak mengetahui kondisi warganya di desa Bontihing, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng. Setidaknya ada empat warganya mengalami kelainan pada kulit sejak lahir.

Selain bersisik, pada sekujur tubuh hingga bagian kelopak mata mengalami keriput, hingga warga setempat menyebutnya sebagai penyakit sisik ular.

Mereka adalah I Gede Adi Suardina (5), Komang Tisnayasa (7), dan kakak beradik yakni Ni Luh Ranting (27) dan Nyoman Jasa (22). Keempatnya mengalami kulit bersisik sejak lahir.

I Gede Adi Suardina, ketika dijumpai berulang kali berusaha menghindar, lantaran malu saat ada orang lain yang menemuinya, karena kondisi fisiknya yang berbeda dengan anak-anak lain seusianya. Kulit di sekujur tubuhnya memang terlihat bersisik, sesekali sisik-sisik kulitnya itu mengelupas dengan sendirinya.

Pengakuan Kakek Adi Suardina, Nyoman Cintya (56) mengatakan, kulit cucunya ini bersisik memang sejak lahir.

"Setelah lahir, cucu saya ini (Adi) sempat dirawat di Rumah sakit Buleleng, tetapi tidak ada perubahan tetap saja seperti ini," tutur Cintya dengan menggunakan bahasa Bali di Buleleng, Bali, Selasa (12/1).

Katanya, dua tahun lalu sekitar tahun 2013 akhir, ada yayasan kesehatan yang memeriksa kondisi kulit cucunya ini setiap dua bulan sekali.

"Kulitnya seperti plastik bening terus lama-lama mengkerut ketika baru lahir, sekarang agak lebih halus kulitnya dibandingkan dulu. Cucu saya ini selalu menghindar kalau ada sinar matahari, karena kulitnya merasa perih dan gatal. Saya hanya berharap, agar cucunya mendapatkan pengobatan yang tepat, sehingga cepat sembuh," katanya seraya berharap pemerintah Buleleng turun tangan membantu proses penyembuhan.

Kondisi yang sama juga dialami kakak beradik, Ni Luh Ranting (27) dan Nyoman Jasa (22), anak pertama dan ketiga Jro Gde Cindra. Selain kulitnya bersisik, kedua telapak tangan dan kedua telapak kaki Ranting mengkerut.

Ranting dan Jasa selama ini tidak pernah merasakan bangku sekolah, karena kulitnya yang bersisik membuat mereka malu untuk keluar rumah.

"Kaki dan tangannya yang mengkerut ini juga sejak lahir, masih ada hubungannya dengan kulitnya yang bersisik," Tutup Cindra. (mdk/cob)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP