Sejak Awal Juli, 23 Orang di Kota Tasik Meninggal saat Isoman
Merdeka.com - Kepala Bidang Pencegahan Dan Pengendalian Penyakit pada Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Asep Hendra Hendriana mengatakan bahwa angka kematian pasien Covid-19 saat melakukan isolasi mandiri (isoman) di wilayahnya cukup tinggi. Sejak tanggal 1 sampai 13 Juli 2021, pihaknya mencatat 23 orang yang meninggal dunia saat isoman.
"Tingkat kematian akibat Covid-19 di Kota Tasikmalaya cukup banyak yang isoman. Selama Juli itu, terdapat 23 orang yang meninggal karena isoman," kata Asep, Selasa (13/7).
Asep mengungkapkan bahwa sejak awal Juli 2021, pihaknya mencatat angka kematian pasien Covid-19 mencapai 80 orang. Dari jumlah tersebut, 23 orang diantaranya adalah mereka yang terpapar Covid-19 dan melakukan isolasi mandiri.
"Ini artinya sekitar 30 persen orang yang terpapar Covid-19 meninggal saat isolasi mandiri," ungkapnya.
Walau begitu, dijelaskan Asep, banyak faktor yang menyebabkan mereka yang terpapar meninggal saat melakukan isolasi mandiri. Sebagian besarnya, adalah mereka yang melakukan isolasi mandiri tidak melaporkan diri sedang isoman kepada Satgas Covid-19.
Menurutnya, tidak jarang diantara mereka yang melakukan isolasi mandiri menyembunyikan fakta bahwa mereka terpapar Covid-19. "Mereka masih malu, padahal Covid-19 ini bukan aib. Kita juga jadinya susah sehingga kondisi mereka tidak terpantau," ucapnya.
Karena apa yang dilakukan warga itu, diungkapkan Asep, pihaknya tidak bisa melakukan penanganan lebih jauh karena tidak mengetahui gejala apa yang sedang dialami.
"Kalau lapor kan bisa kita tangani. Ini harus terus diedukasi lagi warga. Jadi sekarang banyak yang masih tidak percaya adanya Covid-19," tutup Asep.
(mdk/eko)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya