Sehari usai dihantam gempa, aktivitas warga Pidie Jaya mulai normal
Merdeka.com - Gempa berkekuatan 6,5 SR mengguncang Provinsi Aceh, pada Rabu (7/12). Akibat gempa itu 102 orang meninggal dunia dan ratusan lainnya luka-luka. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan, meski dilanda gempa bumi cukup besar, aktivitas warga tidak terhenti. Banyak warga yang masih melanjutkan aktivitasnya seperti biasa dan tak merasa terganggu meski daerahnya dilanda musibah.
"Aktivitas tetap normal. Tidak ada bencana langsung kolaps. Tidak seperti tsunami karena pemerintahannya juga kena. Warung sudah buka, aktivitas perkantoran sudah berjalan," kata Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB, Sutopo Purwo Nugroho dalam konferensi pers di BNPB, Kamis (8/12).
Sutopo menambahkan, untuk aktivitas pendidikan diakuinya ada yang terhenti karena bangunan sekolah roboh terkena guncangan gempa. Namun, dia memastikan Kabupaten Pidie Jaya yang merupakan lokasi utama gempa tak terisolasi akibat gempa yang terjadi pada Rabu dini hari tersebut.
"Sekolah beberapa emang diliburkan karena rusak," ujarnya.
Hal serupa juga diutarakan Bupati Kabupaten Pidie Jaya, Ayyub Abbas. Sehari pascaperistiwa itu, aktivitas warga berangsur normal. Warga tetap bekerja seperti biasanya, namun untuk kegiatan belajar mengajar masih diliburkan sementara.
"Untuk yang kantoran tetap bekerja seperti biasanya, tetapi kita terus imbau selalu waspada," kata Ayyub kepada merdeka.com.
(mdk/noe)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya