Sebulan mati lampu 19 kali, RSUP dr Sarjito protes ke PLN
Merdeka.com - Manajemen Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) dr Sarjito mengeluhkan seringnya pemadaman listrik sepanjang Maret 2016. Dalam satu bulan saja sedikitnya sudah terjadi pemadaman listrik 19 kali.
Kepala bagian hukum dan Humas RSUP Dr Sarjito Trisno Heru Nugroho menegaskan, pemadaman yang terlalu sering itu mengganggu pelayanan medis seperti operasi yang dilakukan tim dokter.
"Catatan kami ada 19 kali pemadaman, dari 19 itu ada 11 kali mati listrik yang terjadi dalam satu hari, pada tanggal 1 Maret 1 kali, 14 Maret 11 kali, 15 Maret 4 kali kemudian tanggal 31 Maret 3 kali," katanya pada wartawan, Kamis (7/4).
Meski memiliki genset, pemadaman listrik tetap mengganggu. Sebab jeda antara listrik mati dengan menyalanya genset sekitar lima detik.
"Lima detik itu kelihatannya sedikit, tapi kalau proses operasi lima detik itu bisa bikin nyawa hilang," ungkapnya.
Dia menegaskan, semua alat medis yang digunakan untuk operasi tergantung listrik. Jika listrik padam saat operasi berjalan bisa membahayakan keselamatan pasien. Dia mencontohkan kejadian saat 31 Maret 2016. Saat itu tengah dilangsungkan operasi jantung. Operasi jantung bisa memakan waktu hingga 7 jam.
"Selama itu fungsi jantung digantikan alat yang bergantung listrik kalau lalu tiba-tiba mati bagaimana?" tambahnya.
Heru menyayangkan pemadaman listrik yang rutin terjadi. Apalagi tidak pernah ada pemberitahuan dari PLN terkait rencana pemadaman.
"Pertama jelas berkaitan dengan hidup seseorang. Kita bisa dikomplain pasien, karena itu kami mohon pelayanan publik diperhatikan agar tidak sering mati listrik," ucapnya. (mdk/noe)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya