Sebelum tewas, Arsitek yang dibunuh tukang pijat sempat hubungi keluarga
Merdeka.com - Polisi telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) atas kematian seorang arsitek Feri Firman, di Perumahan Poin Mas, Pancoran Mas Depok, Jawa Barat. Berdasarkan olah TKP dan keterangan tersangka Asep Mulyadi (21), polisi menyebutkan korban Feri sempat menghubungi keluarganya usai ditusuk Asep. Namun polisi masih dalami hal itu, apa yang dibicarakan korban dengan keluarga.
"Dengan keterangan tersebut dan hasil olah TKP, di mana kami menemukan bahwa korban pada sesaat dilakukan penusukan oleh tersangka, korban tak langsung meninggal dunia. Namun, korban berusaha bangkit dan menghubungi pihak keluarga melalui handpone yang dipegangnya," ujar Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Nico Afinta di Mapolda Metro Jaya, Selasa (9/1).
Selain itu juga, polisi juga menemukan ceceran darah yang membekas di lokasi. Diduga korban tak langsung meninggal dunia usai ditusuk Asep.
"Mengenai TKP penemuan mayat itu ada di tempat tidur, kemudian ada bercak darah di atas lantai, bercak darah yang ada di sofa dan di tempat tidur. Menunjukkan bahwa korban tidak meninggal di tempat sehingga itu perlu kami dalami," ujar Nico.
Terkait catatan kriminal Asep, mantan Direktur Narkoba Polda Metro Jaya ini menegaskan tidak ada.
"Sementara nggak ada. Ini usianya masih muda ya. Semoga dia bisa kembali ke jalan yang benar," tandasnya.
Sebelumnya, jasad Feri Firman (50) ditemukan di rumahnya Perumahan Poin Mas, Pancoran Mas Depok, Rabu (3/1) malam.
Pelaku adalah AM (20) yang diamankan di persembunyiannya di kawasan Bogor, Sabtu (6/1). Hal itu dibenarkan oleh Kapolsek Pancoran Mas Kompol Roni Wowor. "Betul pelaku sudah berhasil kami amankan. Diduga kuat ini pelaku tunggal, inisialnya AM," katanya, Sabtu (6/1).
Usut punya usut, pelaku beberapa kali dipanggil untuk diminta tolong memijat korban.
(mdk/rhm)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya