Sebelum rumah dilempar molotov, Kapitra bilang pernah dapat ancaman
Merdeka.com - Sebelum rumahnya dilempari bom molotov, alumni gerakan 212 Kapitra Ampera mengungkap sempat menerima ancaman. Ancaman itu terkait ketidakpuasan terhadap pernyataan Kapitera yang dimuat beberapa media.
Meski demikian, Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Indra Jafar enggan menyebut hal itu berupa ancaman.
"Iya beliau beberapa menunjukkan itu. Ya mungkin sifatnya berita-berita yang mungkin ada yang ngirim ke beliau yang mereka tidak puas, tidak senang dengan mungkin pernyataan, ujaran, ya itu saja. kita belum bisa mengaitkan ke arah sana (pelemparan bom melotov)," kata Indra di Mapolda Metro Jaya, Rabu (8/8).
"Oh nggak ada (ancaman), kita belum ini, kita masih dalami, belum ada ancaman seperti itu. Tapi ancaman menurut beliau itu, artinya ada yang tidak puas, mengirimkan mungkin pernyataan beliau. (Kirim link berita) Ya seperti itu, meme-meme gitu. broadcast gitu lah," bantahnya.
Sayangnya, Indra enggan mengungkap pesan kekecewaan yang diterima Kapitera. Ia berdalih belum mengetahui detilnya.
"Wah belum tau, kita perlu dalami tanggal berita. tapi itu saja. beliau hanya memberikan gambaran saja bahwa ada beberapa yang mungkin tidak puas begitu," katanya.
Sebelumnya, kediaman Kapitera di Jalan Tebet Timur Dalam 8, Jakarta Selatan dilempari bom molotov. Polisi telah melakukan olah TKP dan memeriksan sejumlah saksi.
(mdk/rhm)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya