Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Sebelum Ramadan, Mensos sebut lokalisasi di Banten bakal ditutup

Sebelum Ramadan, Mensos sebut lokalisasi di Banten bakal ditutup Ilustrasi Prostitusi. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa menyebut, ada empat lokalisasi di tiga daerah di Indonesia yang bakal ditutup dalam waktu dekat. Sementara Palembang, hingga saat ini belum menentukan sikap.

Empat lokalisasi tersebut adalah satu di antaranya berada Tangerang (Banten) yang direncanakan pada Mei 2016, dua lokalisasi di Kutai Kartanegara (Kalimantan Timur) diperkirakan dua bulan lagi, dan satu tempat di Mojokerto (Jawa Timur) yang hanya menunggu pelaksanaannya saja.

"Saya sudah ketemu sama kepala daerah tiga daerah itu pada Januari kemarin. Mereka siap tutup lokalisasi di daerahnya. Kalo Palembang belum terkonfirmasi," ungkap Khofifah di Palembang, Rabu (18/5).

Menurut dia, seluruh pekerja seks komersial (PSK) yang termasuk lokalisasi ditutup, akan menerima bantuan dari Kementerian Sosial berupa vocational training, transport lokal dan dana mandiri sebesar Rp 5.050.000. Pada tahun 2015 lalu, setidaknya ada 600 eks PSK yang mendapatkan program tersebut.

"Kita siapkan programnya, kalo mereka mau (ikut training), siap kita fasilitasi," ujarnya.

Dia menambahkan, hingga tahun ini ada 99 lokalisasi yang masih beroperasi di seluruh wilayah Indonesia. PSK di dalamnya, berasal dari berbagai daerah yang sudah tinggal beberapa tahun menjadi wanita penghibur.

"Itu data yang kita catat, mudah-mudahan tahun ini berkurang lagi," pungkasnya.

Diketahui, di Palembang terdapat lokalisasi Teratai Putih atau kerap disebut Kampung Baru yang berada di Jalan Kolonel H Burlian, Kecamatan Sukarami, Palembang. Sebenarnya, lokalisasi ini sudah ditutup beberapa tahun yang lalu, namun faktanya masih tetap beroperasi hingga saat ini.

(mdk/amn)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP