Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Sebelum Pepen ditikam pemuda mabuk, keluarga dapat firasat buruk

Sebelum Pepen ditikam pemuda mabuk, keluarga dapat firasat buruk Ilustrasi Pembunuhan. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Efendi alias Pepen (35), marbot masjid yang tewas karena ditikam pemuda mabuk di Jalan Kavling Pemda Bawah, RT 4/6, Kelurahan Panunggangan Barat, Kecamatan Cibodas, Kota Tangerang, dikenal keluarganya sebagai orang yang baik dan taat beribadah.

"Pepen baik banget, dia suka bantu-bantu warga dan membersihkan masjid, walaupun dia punya banyak tato di tangan," jelas Akbar, adik Pepen, Minggu (20/9).

Menurutnya, meski lama tinggal di sini, Pepen tetap sopan, baik dengan warga lama maupun pendatang. Dia tidak pernah membuat masalah.

"Makanya saya tidak nyangka, dia tewas dikeroyok oleh orang yang tidak pernah bermasalah dengannya," katanya.

Akbar mengaku, sebelum kakaknya tewas, dia sempat merasakan firasat. Wajah Pepen, menurutnya berbeda dari biasanya.

"Sore hari sebelum kejadian, dia pulang habis jualan stiker. Wajahnya beda, agak lesu gitu, saya ngerasa enggak enak. Sampai dia 'bilang ngapain loe ngeliatin muka gue'," paparnya.

Jenazah Pepen tiba di rumah duka sekitar pukul 15.05 WIB setelah diautopsi kepolisian. Melihat jenazah tersebut, pihak keluarga korban sempat histeris dan menangis.

Para tetangga pun turut bersedih atas kematian marbot itu. Setelah disalatkan, jenazah Pepen langsung dibawa ke TPU Palem Semi untuk dimakamkan.

(mdk/gil)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP