Sebelum New Normal, Warga Solo Diimbau Tak Salat Jumat di Masjid
Merdeka.com - Pemerintah berencana menerapkan tatanan normal baru atau new normal di tengah pandemi covid-19 dalam waktu dekat. Pemkot Solo pun sedang menyiapkan pedoman dan panduan bagi warganya. Namun untuk kegiatan ibadah, Pemkot Solo tak menerapkan perizinan.
Kendati demikian Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Solo masih mengimbau warga agar melaksanakan salat di rumah masing-masing. Yakni dengan diganti Salat Zuhur sebanyak 4 rekaat.
Saat ini Kemenag bersama Pemkot Solo masih menyiapkan regulasi tentang era normal baru.
"Kita masih menunggu pembahasannya dengan Pemkot Solo. Untuk salat Jumat besok kami mengimbau diganti Salat Zuhur di rumah. Mungkin baru boleh digelar pekan depan," kata Kepala Kemenag Solo, Musta'in Ahmad, seusai rapat dengan Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo dan sejumlah pemuka agama di rumah dinas Loji Gandrung, Solo, Kamis (4/6).
Adapun terkait hasil pembahasan persiapan era normal baru, Musta'in meminta agar pengurus tempat ibadah segera mempersiapkan kelengkapan protokol Covid-19.
"Untuk para takmir masjid kami harap segera membuat tanda saf, melengkapi sabun untuk cuci tangan dan lain-lain. Kita harapkan ketika Perwali turun semua masjid sudah siap," tandasnya.
Meski diberlakukan new normal, namun pihaknya mengimbau agar anak-anak, lansia dan orang sakit tetap menjalankan ibadah di rumah masing-masing. Demikian juga meminta, warga diimbau agar melaksanakan salat di masjid kampungnya.
Sebelumnya diberitakan, menjelang new normal, Pemkot Solo tengah mempersiapkan peraturan, pedoman serta panduan di lapangan lebih jelas dan terukur. Sehingga nantinya pelaksanaan di lapangan akan berjalan lancar.
"Kita sedang godog panduan di lapangan lebih jelas dan terukur. Apa-apa yang diatur kaitannya dengan tugas masing-masing pelayanan publik. Ini nanti akan ditegaskan dalam Perwali (peraturan wali kota)," kata Sekretaris Daerah Kota Solo, Ahyani, Rabu (3/6).
(mdk/fik)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya