Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Sebelum Meninggal, WNA Positif Corona Sempat Dirawat di Rumah Sakit Swasta Bali

Sebelum Meninggal, WNA Positif Corona Sempat Dirawat di Rumah Sakit Swasta Bali melihat pembuatan alat tes virus corona di china. ©2020 AFP Photo/STR/China OUT

Merdeka.com - Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra menerangkan bahwa pasien warga asing yang positif virus corona atau covid-19 masuk ke Pulau Bali melalui Bandara Ngurah Rai, tanggal 29 Februari 2020.

"Jadi sudah kita tracking dia masuk ke Bali tanggal 29 Februari tahun 2020," kata Made Indra di Denpasar, Rabu (11/3).

Selanjutnya tanggal 3 Maret 2020 warga asing itu mulai sakit dengan gejala demam. Sang suami membawanya ke rumah sakit swasta untuk dilakukan perawatan.

"Tetapi suaminya sudah mengatakan, bahwa istrinya memang sudah menderita beberapa penyakit. Sehingga memudahkan tim dokter untuk melakukan penanganan penyakit bawaan itu. Karena ada demamnya, maka rumah sakit swasta yang menerima pertama itu sudah menerapkan protap (protokol tetap) penanganan Covid-19," jelas Made Indra.

Kemudian setelah ditangani di rumah sakit swasta dari tanggal 3 sampai hingga 8 Maret, pasien itu belum sembuh. Sehingga dirujuk ke Rumah Sakit Umum Sanglah Denpasar tanggal 9 Maret.

Saat dirujuk ke RSUP Sanglah, pasien sudah dalam pengawasan pasien Covid 19 yang dilakukan sesuai protap. Karena pasien itu menunjukkan gejala seperti virus corona.

Menurut Made Indra, sebelum meninggal pasien itu masih berstatus pengawasan Covid-19. Karena pihaknya baru mengetahui pasien itu positif virus corona setelah konfirmasi ke Kementerian Kesehatan di Jakarta.

"Jadi posisinya sampai tadi malam dalam pengawasan Covid -19. Karena sampai kemarin sore kami belum menerima tes laboratoriumnya. Maka tadi (siang) kami Dinas Kesehatan Provinsi Bali mencoba kontak dengan Jakarta," ujarnya.

"Ternyata tadi kami mendapatkan penjelasan bahwa pasien yang meninggal ini adalah masuk dalam penjelasan kemarin kasus nomor 25 yaitu positif Covid-19. Meskipun, baru diterima tapi jenazahnya sudah kami tangani sesuai protap yang sangat ketat supaya tidak menimbulkan penularan-penularan kepada orang lain," sambung Made Indra.

Karena pasien ini meninggal, maka untuk penanganan jenazahnya mengikuti protap penyakit menular. "Karena pasien ini berada dalam pengawasan maka penanganan jenazahnya dilakukan sesuai dengan protap untuk orang yang terinfeksi penyakit menular karena virus (corona)," ujar Made Indra.

(mdk/cob)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP