Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Sebelum lapor, 67 calon jemaah umroh sandera pimpinan biro travel

Sebelum lapor, 67 calon jemaah umroh sandera pimpinan biro travel Jemaah Haji. ©2012 Merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Sebelum melaporkan dugaan penipuan kepada polisi, 67 calon jemaah umroh asal Baturaja, Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan (Sumsel), menyandera pimpinan PT Baitullah, M Dino Suteja di Asrama Haji Palembang. Para korban mendesak agar segera diterbangkan ke Tanah Suci.

Penyanderaan tersebut dilakukan di sebuah kamar di Asrama Haji Palembang sejak 31 Desember 2015. Selain Dino Suteja, tiga pengurus lain juga turut disandera.

Selama menyandera tersebut, para korban meminta Dino untuk membuat surat pernyataan yang berisi kepastian keberangkatan ke Makkah.

"Kami menyandera Dino itu karena takut lari. Dia sudah tipu kami," ungkap salah seorang korban, Hasbullah (40) saat melapor ke SPKT Polda Sumsel, Selasa (5/1).

Beberapa kali didesak, Dino pun menyetujui yang berjanji akan memberangkatkan secepatnya. Namun, para korban tidak puas karena tidak ada waktu pastinya.

"Tidak kami siksa, cuma kami kurung saja di kamar," ujarnya.

Sementara itu, Dino Suteja mengaku selama lima tahun menjalani bisnis umroh dan haji, baru kali ini mengalami penundaan keberangkatan. Itu disebabkan adanya keterlambatan kedatangan pesawat asal Malaysia.

"Sudah seribu orang kami berangkatkan, baru kali ini ada masalah," kata dia.

Dino juga menyesalkan sikap jemaahnya yang melakukan penyanderaan terhadap dirinya.

"Gimana mau urus terbang kalo saya disandera begitu. Lima hari saya dan tiga anak buah saya disekap di kamar," tutupnya.

Diberitakan sebelumnya, sebanyak 67 calon jemaah umroh asal Baturaja, Sumsel, terlantar selama delapan hari di Asrama Haji Palembang. Mereka seharusnya berangkat ke Tanah Suci namun dibatalkan pihak manajemen tour and travel.

Merasa ditipu, enam perwakilan korban mendatangi SPKT Polda Sumsel. Mereka juga membawa serta pimpinan PT Baitullah M Dino Suteja yang diduga melakukan penipuan.

Saat di kantor polisi, terjadi adu mulut antara para korban dan terduga pelaku. Beruntung, keduanya dilerai petugas piket. Agar keributan tidak kembali terjadi, petugas memisahkan mereka, namun masih di ruangan yang sama.

Salah satu korban, Abi Hurairah (65) mengaku mendaftar di biro perjalanan umroh dan haji tersebut bersama istrinya Darmawati (63) pada Januari 2014 lalu dengan membayar Rp 53 juta. Saat itu dijanjikan akan berangkat tiga bulan kemudian.

Namun, janji tersebut tak dikabulkan. Dia kembali dijanjikan berangkat pada 27 Desember 2015. Ternyata keberangkatan ditunda dua hari kemudian, atau 29 Desember 2015.

Merasa bahagia karena akan ke Makkah setelah menunggu waktu cukup lama, para korban kembali kecewa. Pasalnya, saat berada di Palembang, bukannya langsung diterbangkan tetapi diinapkan ke Asrama Haji Palembang.

Selama delapan hari terkatung-katung tanpa kejelasan, korban kesal hingga akhirnya memutuskan memperkarakan kasus ini ke polisi.

Selama menginap, biaya makan mereka hanya ditanggung selama tiga hari, selebihnya harus mengeluarkan kocek sendiri.

(mdk/cob)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP