Sebelum Jatuh, Lion Air Juga Alami Kerusakan yang Sama Saat dari Denpasar
Merdeka.com - Kepala Sub Komite Kecelakaan Penerbangan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Nurcahyo mengungkap perbedaan indikator kecepatan pesawat Boeing 737 Max-8 hingga menyebabkan stall tidak hanya terjadi pada penerbangan pesawat Lion Air JT-610 tujuan Jakarta-Pangkalpinang. Tetapi juga pada penerbangan Lion Air dengan pesawat yang sama saat rute Denpasar-Jakarta.
"Bahwa dalam penerbangan Denpasar menuju Jakarta pesawat ini mengalami kendala yang sama seperti penerbangan dari Jakarta yang alami kecelakaan," kata Nurcahyo dalam Rapat Kerja dengan Komisi V DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (22/11).
Perbedaan indikator itu, kata dia, juga menyebabkan stick shaker membuat kemudi pesawat bergetar. Kemudian alat Maneuvering Characteristics Augmentation System (MCAS) memerintahkan pesawat untuk turun.
"Kita lihat di sini MCAS juga memerintahkan pesawat untuk turun dan dilawan pilotnya tetapi demikian kita liat di sini MCAS berhenti tidak sampai dengan akhir penerbangan," ungkapnya.
Namun, Nurcahyo mengungkapkan pilot yang menerbangkan pesawat dari Denpasar ke Jakarta berhasil mengendalikan kondisi pesawat yang stall. Salah satu caranya dengan mematikan alat MCAS.
"Namun demikian pilot melakukan prosedur yang pertama yaitu mematikan stabilizer trim sehingga MCAS tidak lagi bergerak," jelasnya.
Menurut dia, yang dilakukan pilot dari Denpasar-Jakarta untuk mengatasi stall belum ada di buletin atau panduan resmi dari boeing. Pihak boeing, tambah Nurcahyo, baru membuat prosedur sistem anti stall pasca pilot Lion Air Boeing 737 Max-8 berhasil mengendalikan dengan baik.
"Jadi apa yang dilakukan oleh pilot pada saat itu prosedurnya belum ada dan sudah dibuat boeing sekarang menjadi prosedur yang berlaku untuk semua pilot yang bawa pesawat jenis ini," tandasnya.
(mdk/eko)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya