Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Sebelum jadi penari Rangda, ABG Trisna kerap kesurupan

Sebelum jadi penari Rangda, ABG Trisna kerap kesurupan Penari seni tradisional Bali tewas usai pentas. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - I Komang Ngurah Trisna Para Merta (14), korban meninggal karena tertusuk keris saat pementasan Calonarang di Pura Jati Luwih, Desa Pangkung Janggu, Kecamatan Mendoyo, Jembrana, Bali, Senin (12/10) dini hari lalu, ternyata sudah lama menyukai seni Calonarang.

Korban yang tinggal di Lingkungan Delod Bale Agung, Kelurahan Tegalcangkring, Kecamatan Mendoyo, Jembrana, Bali ini, awalnya sering kerauhan (Kesurupan). Korban yang bertubuh tambun ini juga kerap menyebut-nyebut Tapakan Randa.

"Karena sering kesurupan itulah bapaknya langsung membuatkan topeng Rangda kemudian dipasupati (diupacarai)," ujar Ibu Komang (45), salah seorang tetangga korban, Kamis (15/10).

Sejak itulah, jelas Libu, korban terus aktif ikut pertunjukan Calonarang dengan memerankan sosok Rangda. Melihat bakat anaknya tersebut, bapaknya yang seorang pemangku selalu mendukung kegiatan anaknya.

"Korban memang sering ikut Calonarang sebagai Randa. Tapi tidak pernah tampil keluar desa. Biasanya mesolah di Pura Puseh dan Pura Dalem Tegalcangkring," tutur Buk Komang dan dibenarkan warga lainnya.

Hanya waktu kejadian itulah korban didampingi bapaknya pertama kali tampil di luar desa. Sebenarnya pihak panitia saat itu katanya sudah melarang korban tampil calonarang di Pura Jati Luih, tapi korban tetap memaksa untuk tampil hingga terjadi musibah tersebut.

"Mungkin penampilannya tidak direstui oleh Ida Betara di Pura itu atau entah karena apa hingga terjadi musibah tersebut. Sekarang pengabenan (Kremasi) korban katanya akan dilakukan setelah Karya (upacara) di pura Rambut Siwi," pungkasnya.

(mdk/cob)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP