Sebelum dites, bayi positif narkoba di Palangkaraya sering rewel
Merdeka.com - Malang benar nasib bayi ini. Baru berumur lima bulan, bayi di Palangkaraya ini sudah positif narkoba. Dia terjangkit narkoba melalui Air Susu Ibu (ASI) ibunya yang mengonsumsi narkoba jenis sabu sejak satu bulan ke belakang.
Kepada penyidik Badan Narkotika Nasional (BNN), orangtua bayi itu, RI (22) dan Deny Hidayat (33), tak mengetahui dampak menggunakan sabu ketika si ibu masih memberikan ASI ekslusif.
"Orangtuanya ini malah enggak tahu kalau bayinya kena narkoba juga. Mereka tahunya pas petugas tes bayi berikut orangtuanya," ujar Kepala BNN Kalteng Kombes Sumirat Dwiyanto saat dihubungi merdeka.com, Jumat (20/1).
Sumirat menjelaskan, menurut pengakuan ibu bayi malang tersebut, anaknya kerap rewel, gelisah luar biasa. Namun, setelah diberi ASI bayi malang itu langsung diam.
"Iya kalau pengakuan ibunya gitu. Anaknya suka rewel sama gelisah, tapi setelah dikasih ASI langsung diam. Ya rewel sama gelisahnya bukan sikap yang normal biasa terjadi sama bayi. Ini rewelnya lebih parah," ungkap Sumirat.
ASI, lanjut Sumirat, menjadi sebab penularan narkoba ke bayinya. "Penularan kandungan narkoba lewat ASI itu lebih berbahaya daripada terkena asapnya," ucapnya.
Sebelumnya, BNNP Kalimantan Tengah menangkap 2 pengguna narkoba jenis sabu. Bersama keduanya turut diamankan seorang ibu muda dan bayinya berusia 5 bulan.
Mirisnya, setelah dilakukan tes, si ibu dan bayi positif narkoba.
Dari ketiganya ikut disita barang bukti berupa 8 paket narkotika jenis sabu dengan berat kotor 5,5 gram serta uang tunai sejumlah Rp. 1 juta. Selain itu, tim juga menyita 1 buah timbangan, 1 bungkus plastik klip, 1 buah sendok yang terbuat dari sedotan, 2 buah handphone, 2 alat bong dan 1 buah mancis.
Dedy dan babeh dijerat pasal 114 ayat 1 junto pasal 112 ayat 1 junto pasal 132 ayat 1 UU Narkotika. Sedangkan, RI direhab dan bayi malang tersebut dilakukan observasi.
(mdk/rhm)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya