Sebelum Azrax, Aa Gatot pernah diberi peran jadi 'preman kampung'
Merdeka.com - Sutradara Film Azrax, Dedi Setiadi tak menyangka akan masuk dalam pusaran kasus kepemilikan dua pucuk senjata dan ratusan amunisi ilegal Gatot Brajamusti alias Aa Gatot. Pasalnya, dia hanyalah seorang sutradara.
"kita enggak ngecek soal property dan kostum, itukan yang nyiapkan enggak mungkin sutradara. Saya enggak ngerti bedanya senjata asli sama yang enggak, itu urusan art director," ujarnya disela-sela pemeriksaan di Polda Metro Jaya, Rabu (14/9).
Kata Dedi, dirinya kenal Aa Gatot adalah seorang pemain teater 'Merah Putih' di Sukabumi, Jawa Barat. Saat itu, lanjutnya, dia sedang mengarap sebuah tayangan serial di televisi, dan tiba-tiba Aa Gatot meminta pekerjaan.
"Dia dateng ngelamar sebagai pemain, pas dicasting, dicasting memang dia bisa berkelahi lalu saya kasih peran jadi 'penjahat yang ganggu desa'," ujarnya.
Namun, lanjutnya, dirinya kaget setelah beberapa lama tidak ketemu, Aa Gatot berubah.
"Lalu tiba-tiba lihat di TV kok dia jadi tokoh spiritual, jauh banget loncatannya. Nah terus ketemu sudah pake surban," anehnya.
Dari perkenalan itu Dedi mengaku ditawari Aa Gatot menjadi sutradara Film Azrax.
"Kemudian saya ditawari sebagai sutradara Film Azrax itu," pungkasnya.
(mdk/tyo)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya