SBY klaim UU Keistimewaan bentuk perhatian terhadap Yogyakarta
Merdeka.com - Presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengklaim lewat UU Nomor 13 tahun 2012 tentang Keistimewaan dirinya turut menyejahterakan rakyat Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). SBY pun menganggap bahwa UU Keistimewaan DIY merupakan salah satu capaian yang bagus dalam 10 tahun masa pemerintahannya.
SBY menyebutkan UU Keistimewaan yang disahkannya itu memerlukan jalan yang panjang. Saat itu, kata SBY, desakan untuk mengesahkan UU Keistimewaan itu terus datang dari warga DIY.
"Ketika saya memimpin Indonesia, saya bisa menerbitkan UU Keistimewaan DIY. Akhirnya lewat jalan yang panjang, UU (Keistimewaan DIY) yang ditunggu hadir. Saya memiliki perhatian penuh dalam mendukung keistimewaan dalam bentuk UU," ujar SBY saat melantik pengurus Partai Demokrat DPD DIY di Gedung Jogja Expo Center, Senin (9/4).
SBY mengklaim adanya UU Keistimewaan DIY itu membuat masyarakat di DIY semakin maju dan sejahtera. SBY juga mengklaim bahwa dirinya turut membantu dan mengawal agar UU Keistimewaan DIY bisa membawa berkah dan memberi kesejahteraan pada masyarakat.
Ketum Partai Demokrat itu menjabarkan bahwa dirinya memiliki keterikatan dengan masyarakat DIY. Keterikatan ini, diklaimnya dengan selalu hadirnya SBY disaat masyarakat DIY membutuhkan.
"Saya selalu datang ke Yogyakarta saat suasana suka atau duka. Seperti jika ada bencana, saya selalu datang. Berkoordinasi dengan Gubernur DIY untuk meringankan beban masyarakat," ucapnya.
SBY menambahkan bahwa dirinya akan berkeliling Indonesia. Tujuannya, lanjut SBY untuk mengetahui dan melihat kondisi masyarakat Indonesia saat ini.
"Setelah 10 tahun menjadi Presiden, sekarang saya akan mendedikasikan waktu untuk berpolitik baik-baik. Bukan politik yang jahat, bukan mengajak untuk menghalalkan segala cara. Politik dengan uang dan menyalahgunakan kekuasaan," tutup SBY.
(mdk/eko)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya