SBY: Kekerasan tidak boleh terus terjadi
Merdeka.com - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyatakan keprihatinannya atas kekerasan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. Aksi-aksi kekerasan itulah yang seharusnya tidak boleh terjadi dan segera diselesaikan dengan baik.
"Kita sering prihatin, ketika seharusnya bangsa ini lebih rukun dan bersatu, serta mesti senantiasa menjaga kehidupan bermasyarakat yang tertib dan damai, masih sering terjadi aksi-aksi kekerasan," ujar SBY.
Hal itu disampaikan SBY dalam Perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1934 di GOR Ahmad Yani, Mabes TNI Cilangkap, Jakarta, Jumat (20/4).
SBY mengatakan, aksi kekerasan yang diawali konflik horizontal itu tidak hanya melanggar hukum, tapi juga merusak beberapa aset negara. Namun, peran serta masyarakat diperlukan untuk menyelesaikan konflik-konflik itu.
"Tindakan-tindakan kekerasan itu, maupun aksi-aksi yang melanggar hukum dan merusak aset-aset negara, tidak boleh terus terjadi di negeri ini. Jika ada perselisihan atau konflik antar komponen masyarakat karena perbedaan identitas, marilah kita carikan solusinya secara damai," tandasnya.
Dia juga meyakini, untuk menjadi negara unggul dan maju di seluruh dunia, hanya ada tiga kunci penting yang harus direalisasikan. Ketiga nilai itu diyakini mampu meredam berbagai kekerasan yang terjadi dalam beberapa hari ini.
"Kerukunan, kedamaian, dan kesejahteraan menjadi tiga kata kunci yang sangat penting, dalam mewujudkan bangsa dan negara kita yang majemuk ini, menjadi bangsa yang unggul dan maju," kata SBY. (mdk/ren)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya