SBY diminta turun tangan dalam kasus penembakan TKI
Merdeka.com - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono diminta turun tangan menyelesaikan penembakan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Malaysia. Kejadian ini bukanlah yang pertama terjadi di Negeri Jiran.
"Itu langkah awal (nota protes). Tapi yang lebih penting ini harus diselesaikan pada level menteri kalau perlu kepala negara turun langsung. Ini serius," ujar Ketua Komisi I DPR Mahfud Siddiq, di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (13/9).
Menurut Mahfud, kasus penembakan TKI menimbulkan tanda tanya besar. Sebab, kasus-kasus penembakan orang yang diduga melakukan tindak pidana, justru lebih banyak pada WNI. Sementara warga Malaysia jarang terjadi masalah seperti ini.
"Nah apakah ini ada unsur kesengajaan untuk menciptakan teror sistemik kepada orang Indonesia yang ada di Malaysia? ini yang perlu kita pertanyakan dan karena menurut saya kasus ini berulang dan tidak pernah ada penyelesaian maka Indonesia harus menindak tegas," terangnya.
Hal Ini kata Mahfud bukan lagi pada level Dubes untuk membicarakannya, tetapi harus Menlu yang harus bicara langsung dan harus ada tim investigasi khusus untuk lihat betul dan cek betul ini seperti apa.
"Penembakan ini kan bukan perkara main-main. Artinya kalau kita bicara yang ditembak diduga ini seperti ada kesengajaan dan sistemik," jelas dia.
Anggota Komisi IX, Rieke Diah Pitaloka melihat kejadian ini bukti Memorandum of Understanding (MoU) antara Indonesia dan Malaysia tidak melindungi TKI.
"Kejadian yang terulang, membuktikan MoU terakhir antara Indonesia Malaysia yang mengakhiri moratorium TKI ke negeri tetangga itu tidak berdampak pada perlindungan TKI," katanya.
Politikus PDIP itu menegaskan, pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI), jangan begitu saja mengeluarkan surat pernyataan kematian tanpa menelusuri penyebab kematian yang sesungguhnya. Rieke juga mendesak pemerintah RI agar mendesak Malaysia memberlakukan azas keadilan dalam hukum.
"Memberi sanksi kepada aparat Malaysia yang melakukan pelanggaran HAM. Jangan terulang seperti kasus penembakan TKI asal Sampang, Madura. Malaysia mengakui salah tembak, namun pelaku tidak mendapat sanksi hukum," kata Rieke.
Seperti diketahui, empat WNI yang ditembak itu adalah Jony alias M Sin (35), Osnan (37), Hamid, Diden, yang tinggal di kawasan Bengkong Pertiwi, Batam, Kepulauan Riau. Sedangkan korban lainnya, Mahno berasal dari Madura yang sudah lama menetap di Ipoh, Negara Bagian Perak, Malaysia.
Namun Menlu Marti Natalegawa mengatakan hingga kini baru satu korban yang dipastikan WNI.
Hingga Rabu (12/9) malam, jenazah mereka masih berada di Hospital Raja Permaisuri Bainoon, Ipoh. (mdk/did)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya