SBY berharap Polri bisa kerja keras seperti KPK
Merdeka.com - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berharap perang melawan korupsi tidak boleh kendur. Kerena itu, antarpenegak hukum harus saling bersinergi dan tidak saling menjatuhkan. Semua antarpenegak hukum harus sama-sama kerja keras memberantas korupsi.
"Sikap saya jelas, bahwa antar penegak hukum harus menjalin kebersamaan, bukan bersaing secara tidak sehat dan saling melemahkan. Menegakkan hukum tanpa pandang bulu, adalah kuncinya," kata Presiden SBY dalam pidato kenegaraannya di Gedung DPR Jakarta, Kamis (16/8).
Tetapi jika terjadi perbedaan pandangan, proses hukum harus tetap berjalan lurus sesuai dengan peraturan perundang-undangan. "Karena itu, menegakkan hukum terletak pada keberpihakan untuk mengungkap penyimpangan, bukan untuk menutup-nutupinya," ujar Presiden.
Menurut Presiden, peran KPK saat ini sangat penting. Apalagi, dalam 10 tahun terakhir ini sepak terjang komisi antikorupsi itu sangat baik dalam memberantas korupsi.
"Kita berterima kasih kepada KPK atas ketegasan dan kerja kerasnya. Tentu saja kita juga mendorong jajaran Kepolisian, Kejaksaan Agung, dan jajaran Mahkamah Agung untuk juga melakukan hal yang sama," kata Presiden.
Apalagi korupsi di Indonesia masih banyak terjadi. Tidak hanya di tingkat pusat, tetapi juga sudah menjamah ke daerah. Baik BPK, KPK, Polri, Kejagung dan BPKP harus mampu mencegah praktik korupsi yang menggerogoti APBN dan APBD.
"Bayangkan jika dana yang dengan segala keringat dapat kita sediakan dalam APBN dan APBD itu harus dikorupsi," kata Presiden.
Korupsi di Indonesia harus dikikis habis. Korupsi adalah kejahatan luar biasa, karena itu harus dilakukan dengan cara-cara luar biasa dan tidak boleh ada intervensi dalam penegakan hukum.
"Intervensi seperti ini, justru akan menimbulkan rasa ketidakadilan. Biarkanlah hukum bekerja dengan mekanisme dan caranya sendiri, dalam menemukan keadilan," ujar Presiden. (mdk/has)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya