Satu Warga di Kupang Meninggal Akibat DBD
Merdeka.com - 68 warga Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, dirawat intensif karena menderita demam berdarah dengue (DBD) yang melanda daerah ini selama Januari 2019. Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang, Tjokorda mengatakan, DBD yang terjadi di daerah setempat mengakibatkan satu warga meninggal dunia.
"Penderita DBD ini meninggal ketika menjalani perawatan pada salah satu rumah sakit di Kota Kupang. Pasien yang meninggal ini merupakan warga Kabupaten Kupang dan dinyatakan positif menderita DBD," kata Tjokorda di Oelamasi, Kamis (31/1).
Dia mengatakan, penyebaran penyakit DBD di kabupaten yang berbatasan dengan Oecusse, Timor Leste ini sangat cepat. Hal itu diduga karena kondisi cuaca yang ekstrem ditandai hujan deras serta angin kencang memudahkan nyamuk aides agaypti menyebar sehingga penderita DBD terus mengalami peningkatan.
Dia menjelaskan para penderita DBD di Kabupaten Kupang pada umumnya menjalani peratawan dan pengobatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), Naibonat serta puskesmas rawat inap di daerah ini.
"Para penderita DBD dirawat diberbagai fasilitas kesehatan milik pemerintah Kabupaten Kupang. Para penderita sudah ada yang diizinkan pulang ke rumah masing-masing karena kondisinya sudah pulih sehingga petugas kesehatan mengizinkan mereka pulang," ujar dia seperti diberitakan Antara.
Dia mengatakan, kasus DBD yang terjadi di Kabupaten Kupang tersebar pada enam kecamatan yaitu Kecamatan Kupang Tengah, Amarasi Barat, Kupang Timur, Fatuleu, Sulamu serta Semau Selatan.
Tjokorda mengatakan, pemerintah terus berupaya melakukan upaya pencegahan penyebaran DBD melalui penyuluhan tentang menjaga kebersihan lingkungan serta fogging atau pengasapan di berbagai lokasi yang sudah memiliki kasus DBD.
Ia mengatakan kendatipun sudah ada warga yang meninggal akibat DBD namun pemerintah daerah ini belum menetapkan status kasus luar biasa (KLB) DBD karena saat ini masih dalam status waspada dengan mengedepankan upaya pencegahan agar DBD tidak meluas.
"Kami masih fokus pada upaya pencegahan agar penderita DBD tidak mengalami peningkatan. Kami tidak ingin ada lagi korban yang meninggal akibat DBD sehingga upaya pencegahan terus dilakukan setiap hari disemua kawasan pada penduduk yang sudah memiliki kasus DBD," tegas Tjokorda.
(mdk/gil)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya