Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Satu rumah tertimbun longsor, 5 orang tewas & 1 balita masih hilang

Satu rumah tertimbun longsor, 5 orang tewas & 1 balita masih hilang Ilustrasi Tanah Longsor. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Barat, TNI dan Polri dibantu masyarakat berhasil menemukan jenazah salah satu korban longsor atas nama M Yunus (65 tahun). Sedangkan seorang bayi berusia 2 tahun bernama Reva yang diduga cucunya, belum ditemukan petugas.

M Yunus dan Reva tinggal satu rumah bersama empat korban meninggal dunia akibat longsor ‎di Provinsi Sumatera Barat. "Enam orang warga diketahui tertimbun longsor dalam satu rumah. Total korban yang sudah ditemukan ada 5 jenazah," ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Barat, Zulfiatno saat dihubungi merdeka.com, Senin (8/2) malam.

‎Zulfiatno menjelaskan, kelima warga yang telah ditemukan jasadnya oleh Tim BPBD dibantu TNI dan Polri serta masyarakat yakni Upik (55), Ramli (20), Fillin (18) Nisa (bayi 1,5 tahun), dan terakhir M Yunus ditemukan pukul 16.00 wib tadi.

"Sedangkan seorang korban lain atas nama Reva bayi yang masih berusia 2 tahun belum ditemukan. Besok pagi akan dilanjutkan pencariannya," terang Zulfiatno.

Dikatakan Zulfiatno, untuk mencari jasad para korban yang tertimbun longsor, pihaknya dibantu masyarakat sekitar menggunakan alat sederhana yakni cangkul.

"Tadi kita lakukan pencarian dengan cangkul, agar jika ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, jenazah korban tidak rusak. Mudah-mudahan jasad Reva segera ditemukan," kata dia.

Sementara itu, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB‎ Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, selain longsor, bencana banjir juga melanda Kabupaten Solok Selatan dan terjadi di 3 kecamatan yaitu Kecamatan Sungai Pagu, Kecamatan Pauh Duo, dan Kecamatan Sangir.

"Seorang warga‎ atas nama Padri berusia 16 tahun, ditemukan meninggal dunia karena hanyut akibat dari banjir tersebut," ujar Sutopo.

Menurut Sutopo, banjir ini disebabkan meluapnya Sungai Batang Bangko, Sungai Batang Suliti dan Sungai Batang Lolo. Banjir dan longsor menyebabkan jalan Muaralabuh - Padang Aro Kerinci putus total.

Bahkan, longsor juga menimpa rumah warga sehingga 6 orang tertimbun longsor pada 6 Februari 2016 sekitar pukul 20.00 Wib lalu. 4 jenazah telah ditemukan, sedangkan 2 warga lain yang masih tertimbun longsor sedang dicari.

"Selain itu, banjir menyebabkan 2.000 unit rumah terendam banjir hingga 1,5 meter dan 100 hektar sawah setinggi 1 meter. 2 jembatan kabupaten putus, lalu lintas Payakumbuh-Pekanbaru lumpuh total. Saat ini kondisi masih hujan, tanah juga masih bergerak, sehingga pencarian korban longsor dan evakuasi warga korban banjir dilanjutkan besok," tegas Sutopo.

Tidak hanya itu, Sungai Batang Lembang ikut meluap sehingga banjir di Kelurahan Koto Panjang Kecamatan Tanjung Harapan dan Kelurahan Kampai Tabu Karambie Kota Solok. Akibatnya, 36 rumah di daerah tersebut terendam banjir.

Di Kabupaten Agam sendiri, longsor terjadi pada 7 Februari 2016 sekitar pukul 02.00 Wib. Material longsor mengakibatkan tertutupnya akses jalan Bukittinggi-Lubuk Sikaping dengan panjang material longsor 15 meter setinggi 2,5 meter. "Saat ini, jalan sudah dapat dilalui kendaraan," terangnya.

Sementara itu banjir juga terjadi di Nagari Pangkalan Kecamatan Pangkalan Nagari, Kab 50 Kota. 100 rumah terendam banjir hingga 1 meter.

Menurut Sutopo, Badan Penanggulangan Benvana Daerah (BPBD) Sumbar bersama TNI, Polri, PMI, Basarnas, SKPD dan masyarakat telah melakukan pendataan dan penanganan darurat.

"Posko sudah didirikan dan membagikan makanan siap saji. ‎Saat ini hujan deras, kondisi tanah yang labil dan lokasi berdekatan dengan bukit.‎ Kita mengalami kendala, sebab lokasi kejadian tanahnya masih bergerak karena masih hujan, sehingga pencarian korban tidak berjalan lancar," pungkas Sutopo. (mdk/ang)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP