Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Satu Pekerja Tambang di Samarinda Lolos dari Longsor Usai Pecah Kaca Ekskavator

Satu Pekerja Tambang di Samarinda Lolos dari Longsor Usai Pecah Kaca Ekskavator Ilustrasi Tanah Longsor. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Satu unit ekskavator tertimbun longsor di areal tambang batubara di Makroman, Samarinda, Kalimantan Timur. Dua operator yakni Ferdinan (29) dan Naorman (55), masih ikut tertimbun dan masih dalam pencarian, sementara Fungki (27) berhasil lols dari peristiwa maut itu.

Fungki menceritakan kejadian pada Sabtu (29/6) lalu. Hari itu, dia bersama dua korban sedang melakukan pekerjaan hingga masuk Minggu (30/6) dini hari dengan ekskavator masing-masing.

"Keterangan di lapangan, ketika tanah diduga labil kemudian longsor ke bawah. Korban selamat (Fungki) karena memecah kaca ruang kemudi," kata petugas Tanggap Darurat BPBD Kota Samarinda, Nanang Arifin, kepada merdeka.com, Selasa (2/7).

Namun nahas bagi Ferdinan dan Naorman. Keduanya tidak bisa menyelamatkan diri, dan tertimbun tanah longsoran. "Benar, ada 2 korban dengan 2 unit ekskavator (di dalam tanah longsor)," ujar Nanang.

Hingga dua hari pencarian, korban belum ditemukan. Perusahaan tambang besar PT Lanna Harita Indonesia tampak juga menerjunkan tim rescue ke lokasi.

"PT Lanna membantu pencarian menurunkan alat berat dan tim rescue. Mereka juga membawa peralatan penerangan. Kalau tidak ada halangan, pencarian hari ini direncanakan sampai malam," terang Nanang.

Diketahui, 2 pekerja tambang batubara yang bertugas sebagai operator alat berat, Minggu (30/6) dini hari sekira pukul 03.00 WITA, tertimbun tanah longsor. Kapolresta Samarinda Kombes Pol Vendra Riviyanto ditemui merdeka.com, Senin (1/7) kemarin, membenarkan kejadian itu dan menyatakan kedua korban tertimbun bersama 2 alat berat, dalam kondisi timbunan cukup dalam.

(mdk/lia)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP