Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Satu Panggung dengan Cak Nun, Prabowo Duet Nyanyi 'Maju Tak Gentar' dan 'Gethuk'

Satu Panggung dengan Cak Nun, Prabowo Duet Nyanyi 'Maju Tak Gentar' dan 'Gethuk' Prabowo dan Cak Nun. ©2022 Merdeka.com

Merdeka.com - Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto satu panggung bersama Emha Ainun Nadjib atau Mbah Nun/Cak Nun di Ponpes Segoro Agung Dusun Sidodadi, Desa Sentonorejo, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Senin (26/12) malam dalam acara 'Sinau Bareng Mbah Nun dan Kyai Kanjeng.'

Di acara tersebut, Menteri Pertahanan (Menhan) itu mengatakan bahwa rakyat Indonesia tangguh dan setia pada NKRI. Untuk itu, dia berharap masyarakat senantiasa menjaga persatuan dan kesatuan serta perdamaian.

"Saudara-saudara sekalian, yang penting Indonesia rukun dan bersatu," kata Prabowo.

Prabowo dan Mbah Nun pun sempat bernyanyi beberapa lagu bersama para jemaah. Mulai dari lagu Gethuk yang dipopulerkan oleh penyanyi campursari Waljinah, Kasih Ibu, dan Ruang Rindu dari Letto.

Mbah Nun pun meminta Prabowo menyanyikan lagu nasional Maju Tak Gentar.

"Kopassus dulu. Sekarang sudah pensiun. Purnawirawan," ucap Prabowo sambil tertawa.

"Prajurit tidak pernah pensiun. Untuk negeri kita seumur hidup prajurit itu berjuang," ujar Mbah Nun menimpali.

Usai acara, Prabowo memberikan apresiasi kepada pedagang asongan yang ada di acara tersebut. Ia menanggalkan jam tangan, kopiah dan baju safari yang ia kenakan dan diberikannya kepada pedagang lumpia, tahu, dan minuman.

Mulanya Prabowo melihat sejumlah pedagang asongan yang menjajakan minuman dan makanan. Lalu mereka perlahan berbaris antre ke dekat panggung. Satu demi satu atribut yang melekat dengan Prabowo lalu dilepas, mulai dari jam, peci hingga baju dan diberikan kepada mereka.

"Iya, Pak Menhan memberikan apresiasi kepada jemaah Maiyah, dengan memberikan jam tangan, peci dan baju beliau," kata Juru Bicara Prabowo Subianto, Dahnil Anzar.

Dalam momen yang berlangsung kemarin malam itu, Prabowo mengaku bahwa dirinya dan Cak Nun adalah sahabat lama yang sudah jarang bertemu. Kebetulan, lanjut Prabowo, keduanya memiliki agenda di tempat yang berdekatan sehingga dirinya diundang untuk hadir.

"Saya mendapatkan undangan untuk hadir di sini. Kebetulan saya sedang berada di Jawa Timur. Maka saya sangat bangga bisa hadir. Saya merasa sangat dihormati. Apalagi tempatnya di Trowulan. Sebuah tempat yang pernah menjadi ibu kota imperium Majapahit. Trowulan adalah pusat peradaban," tutur Prabowo.

Prabowo menegaskan, Cak Nun bukan hanya seorang kiai, tetapi juga intelektual dan cendikiawan. Selain itu, Cak Nun juga dinilai sebagai sosok yang berani dengan ceramah yang tak jarang menggemparkan jagat nasional.

"Cak Nun tidak berubah. Tetap seperti dulu. Begitulah beliau. Saya hormat dan kagum kepada Cak Nun. Alhamdulilah hari ini bisa bertemu," Prabowo menutup.

(mdk/eko)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP