Satpol PP jaring 26 gadis ingusan di Jembatan Suramadu
Merdeka.com - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Surabaya, menggelar razia jelang Ramadan penyakit masyarakat (pekat). Dalam operasi itu yang dilakukan Kamis dini hari tadi, sedikitnya 26 gadis di bawah umur yang berprofesi sebagai wanita penghibur terjaring saat petugas menyisir wilayah Jembatan Surabaya-Madura (Suramadu).
Para gadis di bawah itu diamankan petugas ketika sedang asyik menikmati hidangan di cafe remang-remang berdiri di kawasan Jembatan Suramadu. Kasatpol PP Kota Surabaya Irvan Widyanto mengatakan, penertiban ini dalam rangka menjaga Kamtibmas menyambut dan selama bulan suci Ramadan juga membersihkan tempat - tempat yang menjurus tindakan asusila.
"Yang terpenting adalah gadis di bawah umur yang masih kelayapan di malam hari. Selain itu, penertiban ini juga untuk meminimalisir kasus asusila gadis-gadis di bawah umur," jelas Irvan, Kamis (19/7).
Irvan menambahkan, 26 gadis yang diamankan itu juga tidak bisa menunjukkan kartu identitasnya kepada petugas. Kini mereka tengah diamankan sambil dilakukan pendataan.
"Saat kita amankan, mereka tidak memiliki KTP (Kartu Tanda Penduduk). Dan operasi ini kami lakukan agar kalau ada gelar razia sewaktu-waktu selama bulan puasa, dan kami masih menemukan mereka (26 gadis yang terjaring razia) berkeliaran di waktu malam hari lagi, maka akan kami ditindak sesuai undang-undang pemerintahan," tambahnya.
Selain mengamankan 26 gadis di bawah umur, puluhan liter minuman keras (miras) impor, seperti Chivas Regal yang sudah dikemas dalam kaleng minuman ringan, juga ikut disita sebagai barang bukti dari hasil razia menjelang Ramadan. (mdk/lia)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya