Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Satgas: Tidak Ada Indikasi KIPI Berat Pada Subjek Penelitian Vaksinasi Booster

Satgas: Tidak Ada Indikasi KIPI Berat Pada Subjek Penelitian Vaksinasi Booster Ilustrasi Vaksin. ©2021 Liputan6.com/Johan Tallo

Merdeka.com - Pemerintah berencana melakukan vaksinasi dosis ketiga atau booster kepada masyarakat pada 12 Januari 2022. Pemberian vaksin ini setelah mendapatkan hasil uji klinis vaksinasi booster.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Bakti Bawono Adisasmito mengatakan, hasil uji klinis menunjukkan tidak ada Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) berat pada subjek penelitian vaksinasi booster.

"Sejauh ini, telah dilakukan uji klinis pemberian booster vaksin dan ditemukan tidak ada indikasi KIPI berat pada subjek penelitian," katanya dalam konferensi pers yang disiarkan melalui YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (4/1).

Wiku menjelaskan, rentang penyuntikan vaksin booster minimal enam bulan setelah dosis kedua. Selain itu, vaksin booster ini hanya diberikan kepada populasi di atas 18 tahun.

"Populasi berdomisili di kabupaten kota yang telah memenuhi cakupan dosis pertama kepada minimal 70 persen penduduk dan dosis kedua minimal 60 persen jumlah penduduk," ujarnya.

(mdk/eko)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP