Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Satgas: Kepatuhan Jaga Jarak 20 Provinsi Masih di Bawah Standar

Satgas: Kepatuhan Jaga Jarak 20 Provinsi Masih di Bawah Standar Kepala BNPB Ganip Warsito. Antara

Merdeka.com - Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, Ganip Warsito, mengatakan tingkat kepatuhan masyarakat di 20 provinsi di Indonesia masih di bawah standar. Standar yang ditetapkan Satgas Penanganan Covid-19, misalnya terkait kepatuhan menjaga jarak minimal 85 persen.

"Standar kepatuhannya melalui sistem kita 85 persen, maka sampai dengan satu minggu terakhir masih ada 20 provinsi dengan rata-rata kepatuhan di bawah 85 persen," kata Ganip dalam konferensi pers, Selasa (6/7).

Jika dilihat lebih detail, ada 89 dari 334 kabupaten dan kota memiliki kepatuhan menjaga jarak dan menghindari kerumunan kurang dari 85 persen. Rinciannya, 40 kabupaten dan kota memiliki tingkat kepatuhan menjaga jarak kurang dari 60 persen. Sedangkan 49 kabupaten dan kota lainnya mencatat tingkat kepatuhan menjaga jarak antara 61 sampai 75 persen.

Sementara itu, 101 kabupaten dan kota memiliki kepatuhan menjaga jarak 76 sampai 90 persen dan 154 kabupaten dan kota dengan kepatuhan menjaga jarak lebih dari 90 persen.

Adapun kepatuhan menggunakan masker, 36 dari 344 kabupaten dan kota memiliki persentase kurang dari 60 persen. Kemudian, 45 kabupaten dan kota dengan tingkat kepatuhan memakai masker 61 sampai 75 persen, 92 kabupaten dan kota memiliki kepatuhan memakai masker 76 sampai 90 persen serta 171 kabupaten dan kota dengan kepatuhan memakai masker lebih dari 90 persen.

Kasus Covid-19 melonjak tajam usai libur Lebaran Idulfitri 2021. Kementerian Kesehatan menyebut, lonjakan kasus Covid-19 ini disebabkan dua hal.

Pertama, munculnya varian baru Covid-19 Delta asal India. Kedua, menurunnya tingkat kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan menggunakan masker dan menjaga jarak.

"Mau virus apa pun kalau protokol kesehatan jalan bagus, orang masih setia menggunakan masker, menjaga jarak, jauhi kerumunan, menekan mobilitas seharusnya bisa dicegah,"kata Plt Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan, Maxi Reni Rondonuwu.

(mdk/lia)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP