Satgas Covid-19 Imbau Pedagang Jajanan Tak Berjualan Selama PTM di Depok
Merdeka.com - Penjual jajanan di sekitar sekolah diimbau tidak berjualan sementara selama pembelajaran tatap muka terbatas (PTMT). Hal itu untuk menghindari kerumunan di sekitar area sekolah. Sedangkan untuk kantin sekolah memang dilarang buka selama PTMT.
“Mohon maaf kepada sahabat-sahabat warga yang melakukan aktivitas itu (berdagang di area sekitar sekolah). Untuk sementara pada masa transisi ini tidak diperkenankan berjualan di sekitar sekolah,” kata Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Kota Depok, Dadang Wihana, Kamis (7/10).
Dia menegaskan, ketika berada di sekolah, siswa tidak diperbolehkan melakukan aktivitas makan. Yang diperbolehkan hanya minum saja untuk menjaga hidrasi tubuh. Dengan maksud agar tidak terjadi droplet ketika anak-anak membuka masker. Anak-anak maksimal hanya 120 menit ada di sekolah.
“Dalam Peraturan Wali Kota sudah diatur, anak hanya dibekali minum dan tidak boleh makan, karena ketika makan pasti buka masker, Kantin pun tutup. Tempat jualan juga,” tambahnya.
Sementara itu, di SMPN 1 Depok dilakukan pembagian sesi untuk siswa yang masuk ke sekolah. Sesi I untuk nomor ganjil dan sesi II untuk nomor genap. Seluruh siswa wajib cuci tangan dan memakai masker sesuai dengan protokol kesehatan 5M yang berlaku.
“Kita periksa suhu, jalur sebelah kanan anak perempuan kiri anak laki-laki dan diarahkan bapak dan guru. Di depan kelas sudah ada guru yang mengajar untuk menunggu. Di kelas masuk, guru pertama yang masuk mengecek kelengkapan yang harus dibawa siswa, bawa tempat minum, masker cadangan, sekolah menyiapkan masker cadangan juga,” kata Kepala SMPN 1 Depok, Erna Iriani.
Pihak sekolah mengikuti aturan dengan memanfaatkan waktu siswa di sekolah hanya 120 menit saja. Siswa datang ke sekolah dua kali dalam sepekan.
“Selebihnya daring, jadi online tetap jalan, saat ini kelas VI saja. Untuk hari ini antusias hadir semua, satu kelas 18-20 siswa,” tutupnya.
(mdk/fik)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya