Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Sapi Kurban di Sumsel Tak Masuk Prioritas Penerima Vaksin PMK

Sapi Kurban di Sumsel Tak Masuk Prioritas Penerima Vaksin PMK Karantina Hewan Kurban Dampak Virus PMK. ©2022 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho

Merdeka.com - Sebanyak 12.200 dosis vaksin penyakit mulut dan kuku (PMK) disalurkan pemerintah pusat ke Sumatera Selatan. Hanya saja, prioritas vaksinasi bukan untuk sapi yang bakal menjadi hewan kurban pada Iduladha tahun ini.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Sumsel, Ruzuan Efendi mengungkapkan, sapi yang mendapat vaksin PMK hanya anakan sapi atau pendet dan indukan. Dia beralasan, masa hidup sapi tersebut dimungkinkan berlangsung lama dan bernilai ekonomi tinggi.

"Hewan kurban tidak divaksin karena mubazir. Lagi pula hewan kurban akan dikeluarkan untuk dipotong," ungkapnya, Selasa (28/6).

Karena itu, Pemprov Sumsel meminta petugas untuk melakukan vaksinasi tepat sasaran. Menurutnya, vaksin tersebut seyogyanya bertujuan sebagai pencegahan bukan pengobatan.

"Jangan sampai mubazir, harus sapi yang memiliki masa hidup lebih lama," ujarnya.

Dia menjelaskan, sapi ternak di provinsi itu sebanyak 305.036 ekor. Populasinya lebih banyak dari hewan ternak sejenis, semisal kerbau 27.161 ekor, kambing 428.619 ekor, dan domba 36.770 ekor.

Sapi yang terpapar PMK hingga saat ini tercatat 348 ekor, 122 ekor di antaranya sembuh, 22 ekor dipotong bersyarat dan 7 ekor mati. Daerah terbanyak berada di Kabupaten Musi Rawas dan Muara Enim.

"Untuk wilayah yang sudah mewabah belum bisa diberikan vaksinasi karena harus dinyatakan sembuh terlebih dahulu. Minimal enam bulan setelah sembuh," terang Ruzuan.

Sama halnya dengan vaksinasi Covid-19 pada manusia. Suntik vaksin PMK pada sapi juga dilakukan sebanyak tiga kali suntikan.

"Bedanya cuma rentang waktunya lebih cepat, hanya dua sampai empat pekan bisa disuntik lagi," pungkasnya.

(mdk/fik)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP